Dark/Light Mode

SMPN 16 Medan Bangkit Pascabanjir, Guru-Murid Kembali Belajar Tanpa Khawatir

Selasa, 15 September 2026 08:52 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti meninjau langsung kondisi SMP Negeri 16 Medan. Foto: Kemendikdasmen
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti meninjau langsung kondisi SMP Negeri 16 Medan. Foto: Kemendikdasmen

RM.id  Rakyat Merdeka - Banjir yang sempat merendam UPT SMP Negeri 16 Medan hingga lebih dari satu meter kini tinggal kenangan. Setelah revitalisasi rampung pada Agustus 2026, guru dan murid kembali menjalankan pembelajaran secara penuh tanpa harus khawatir ruang kelas terendam saat hujan deras.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti meninjau langsung kondisi SMP Negeri 16 Medan yang menjadi salah satu satuan pendidikan yang mendapat bantuan revitalisasi setelah terdampak banjir pada September 2025.

“Pembangunan revitalisasi sekolah yang terdampak banjir ini selesai pada waktunya, bulan Agustus. Sehingga semua kegiatan pembelajaran sekarang sudah berlangsung 100 persen, tidak perlu ada lagi yang melalui pembelajaran daring,” ujar Abdul Mu’ti di Medan, Senin (14/9/2026).

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, bahwa pemulihan satuan pendidikan terdampak bencana tidak berhenti pada perbaikan bangunan. Lingkungan belajar yang aman dan nyaman menjadi bagian penting agar guru dan peserta didik dapat kembali menjalankan aktivitas pendidikan tanpa kekhawatiran.

Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 16 Medan, Taripar Rudi Sihaloho, menjelaskan bahwa pekerjaan revitalisasi dimulai pada April 2026 dan seluruh pengerjaan bangunan telah selesai pada Agustus 2026.

Baca juga : Mendikdasmen: PKL Bukan Alasan Pembelajaran SMK Terhenti

“Revitalisasi dimulai dari bulan April 2026 dan pada bulan Agustus 2026 kemarin sudah selesai. Sebelumnya area sekolah ini rendah, sehingga dilakukan penimbunan dan ditinggikan supaya ke depan kalau ada hujan lebat tidak terkena banjir lagi,” jelasnya.

Hal tersebut juga dirasakan langsung oleh guru PKN UPT SMP Negeri 16 Medan, Patar Saputra Sihombing. Ia mengatakan banjir pada September 2025 menjadi pengalaman yang cukup berat bagi sekolah. Ketinggian air yang mencapai lebih dari satu meter menyebabkan sejumlah fasilitas dan barang sekolah rusak.

“Awal mula terjadi banjir pada bulan September tahun lalu, tinggi air hampir lebih dari satu meter terendam banjir, jadi banyak yang terdampak. Kebetulan pada hari itu hari libur, sehingga banyak barang-barang yang terkena banjir dan hanya beberapa yang bisa diselamatkan,” ujar Patar.

Setelah revitalisasi, Patar menuturkan perubahan paling terasa bagi guru adalah munculnya rasa aman ketika hujan turun. Sebelum revitalisasi, hujan deras kerap menimbulkan kekhawatiran karena sekolah berpotensi kembali terendam.

“Perubahan dampak yang mengajar itu memang terasa. Sebelum kami mendapat revitalisasi, ada rasa ketakutan karena setiap hujan sekolah kami pasti akan banjir. Dengan adanya revitalisasi ini, kami merasa sangat nyaman, tidak ada lagi rasa ketakutan ketika hujan. Kami tetap menjalankan proses pembelajaran dengan baik,” ungkapnya.

Baca juga : Kemendikdasmen Dorong Kebijakan Gizi Berbasis Bukti untuk Murid lewat SEAMEO RECFON

Murid UPT SMPN 16 Medan Kembali Nyaman Belajar

Perubahan kondisi sekolah juga dirasakan langsung oleh salah seorang murid kelas VIII, Alifah Dzakiroh.

Dia mengatakan banjir membuat kondisi ruang kelas dan fasilitas belajar rusak, sehingga proses pembelajaran menjadi kurang nyaman dan kurang fokus.

“Sebelum mendapatkan renovasi dan saat terjadinya banjir, kelas kami seperti kuesi dan meja-mejanya ada yang rusak, sudah hancur juga. Jadi kalau kami belajar itu kurang fokus dan kurang nyaman. Setelah mendapatkan revitalisasi dari Kemendikdasmen, kami lebih nyaman lagi untuk belajar dan lebih fokus,” ujar Alifah.

Selain itu, Febbi Mariana Wati Zai, murid kelas IX, mengatakan revitalisasi juga membuat suasana belajar menjadi lebih nyaman dan tenang. Sebelum pembangunan selesai, peserta didik harus mengikuti pembelajaran secara bergantian pada pagi dan siang hari karena keterbatasan ruang yang dapat digunakan.

Baca juga : Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Mulai Januari 2027

“Setelah revitalisasi, kami jadi lebih nyaman lagi untuk belajar dan lebih fokus. Kalau dulu atap-atap masih bocor, sekarang setelah mendapat revitalisasi kelas kami jadi lebih nyaman, lebih sejuk, lebih enak untuk mendengar pelajaran yang dijelaskan oleh guru,” katanya.

Febbi juga mengaku senang karena seluruh peserta didik kini dapat kembali belajar bersama dalam satu waktu.

“Sekarang ruang kelasnya sudah lebih nyaman, lebih adem, lebih tenang. Kalau kemarin kami masuknya terbagi, ada kelas yang masuk pagi dan ada yang masuk siang. Setelah revitalisasi, kami sudah dapat ruangannya semua dan bisa berkumpul, masuk pagi hari, serta bertemu teman-teman yang lain,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.