RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) RI turun tangan menyelesaikan persoalan yang terjadi di Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk Sepatan, Kabupaten Tangerang.
Kemenag memastikan, akses rumah ibadah tersebut kembali dibuka dan mendorong seluruh pihak mengedepankan dialog serta kerukunan.
Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, turun langsung ke lokasi pada Minggu (20/9/2026) untuk menggelar dialog bersama berbagai pihak.
Pertemuan tersebut dilakukan guna memastikan situasi tetap kondusif sekaligus mendorong penyelesaian persoalan melalui pendekatan dialog dan kerukunan.
Dialog dihadiri unsur pemerintah daerah, antara lain lurah dan camat, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta para pendeta.
Baca juga : Saksi Kemenag Tegaskan Tak Pernah Beri Fee Haji Kepada Yaqut
Gugun mengatakan, salah satu hasil pertemuan adalah gembok tempat ibadah telah diserahkan kembali.
Pengembalian akses rumah ibadah tersebut menjadi bagian dari upaya penyelesaian agar kegiatan keagamaan dapat berjalan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kementerian Agama RI berkomitmen hadir untuk seluruh umat beragama," kata Gugun dalam pertemuan tersebut.
Menurutnya, kehadiran pemerintah merupakan bentuk tanggung jawab dalam menjaga kehidupan beragama agar berlangsung aman, tertib, dan saling menghormati.
Gugun juga menegaskan, kebebasan menjalankan ibadah dan berkeyakinan merupakan hak warga negara yang dijamin konstitusi.
Baca juga : Saksi Kemenag: Tak Ada Nama Jemaah Haji Khusus Usulan Langsung Yaqut
Karena itu, seluruh pihak perlu bersama-sama menjaga ruang kehidupan beragama yang damai. Sementara itu, hal-hal yang berkaitan dengan aspek administratif dan ketentuan perizinan akan dikoordinasikan bersama pemerintah daerah sesuai kewenangannya. Koordinasi dilakukan bersama lurah, camat, dan unsur pemerintah kabupaten.
"Kementerian Agama terus mendorong kolaborasi antarlembaga agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara tertib dan mengedepankan kerukunan," ujarnya.
Kemenag juga menekankan pendekatan musyawarah dan kerukunan sebagai langkah utama dalam menyelesaikan persoalan kehidupan bermasyarakat.
Setiap permasalahan diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi terbuka, penghormatan, dan semangat kebersamaan.
Selain itu, Kemenag akan terus melakukan evaluasi dan memperkuat advokasi kerukunan. Upaya pencegahan serta pembinaan kehidupan beragama akan diperkuat bersama seluruh pemangku kepentingan.
Baca juga : 2 Eks Pejabat Kemenag Akui Beli Aset Miliaran dari Fee Percepatan Haji
"Kementerian Agama terus mendorong agar kerukunan menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa perlu bergotong royong menjaga suasana aman, damai, dan menghormati keberagaman," tutur Gugun.
Sebelumnya, pihak GKPI Mauk Sepatan menyampaikan bahwa kegiatan ibadah pada Minggu sekitar pukul 10.30 WIB mengalami gangguan ketika sekelompok orang datang ke lokasi saat ibadah sedang berlangsung.
Peristiwa tersebut menyebabkan suasana ibadah menjadi tidak kondusif hingga jemaat meninggalkan tempat ibadah sebelum kegiatan selesai.
Pihak gereja juga menyampaikan adanya dampak psikologis yang dirasakan jemaat yang berada di lokasi, termasuk anak-anak, lanjut usia, dan perempuan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.