BREAKING NEWS
 

Ara Lepas 500 Ribu Genteng

Program Gentengisasi Berkah, Perajin Lokal Kebanjiran Order

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Minggu, 4 Oktober 2026 07:00 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memperlihatkan genteng tanah liat saat peluncuran Program Gentengisasi di Plered, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026). Program tersebut turut melibatkan perajin lokal. Foto: Dok. Kementerian PKP

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Gentengisasi mulai membawa berkah bagi perajin genteng lokal. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memesan 500 ribu genteng dari perajin Plered, Purwakarta, Jawa Barat. Genteng tersebut kemudian diberangkatkan menggunakan 125 truk.

Pelepasan dilakukan Menteri PKP Maruarar Sirait didampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di area parkir Pasar Citeko, Plered, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein dan Bupati Majalengka Eman Suherman.

Dalam acara itu, Ara-sapaan Maruarar Sirait, memeriksa langsung muatan sejumlah truk sebelum dilepas. Dia menaiki beberapa kendaraan untuk memastikan genteng yang dikirim merupakan produk perajin lokal.

Ara mengatakan, Program Gentengisasi bukan sekadar memenuhi kebutuhan material perumahan. Pesanan dalam jumlah besar tersebut sekaligus membuka peluang bagi perajin lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar.

“Yang kami mau adalah memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), tapi kualitasnya di-upgrade dulu, ditingkatkan,” ujar Ara.

Menurutnya, produksi 500 ribu genteng secara serentak merupakan yang pertama dilakukan para perajin Plered. Sebelumnya, belum pernah ada pesanan dalam jumlah sebesar itu.

Namun, besarnya pesanan juga menuntut perajin meningkatkan mutu dan memenuhi standar produk. Pemerintah Daerah turut memberikan pendampingan untuk memastikan kualitas genteng sesuai kebutuhan.

Baca juga : Daerah Yang Tangguh Akan Kuat Tanggulangi Bencana

Persiapan program tersebut telah dilakukan sekitar enam bulan. Pemerintah mengevaluasi kesiapan sentra produksi, termasuk persoalan standardisasi produk.

Hasil evaluasi menunjukkan sebagian perajin belum memiliki sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Pemerintah Provinsi Jawa Barat kemudian memberikan pembinaan. Sementara Pemkab Purwakarta dan Pemkab Majalengka turut mendampingi proses peningkatan kualitas produk.

Pada tahap awal, sebanyak 14 perajin Plered terlibat dalam pemenuhan pesanan 500 ribu genteng. Empat perajin telah memiliki sertifikat SNI, sedangkan 10 lainnya dinyatakan lolos uji keandalan. Produk yang dikirim juga telah melalui proses pengujian.

Ara menegaskan, peningkatan kualitas tersebut harus terus dilakukan. Pesanan Pemerintah tidak boleh menjadi satu-satunya tumpuan usaha perajin.

“Jangan sampai setelah Pemerintah pesan, lalu selesai. Kualitas harus terus dijaga,” pesannya.

Menurut politisi Partai Gerindra ini, peluang pasar genteng masih terbuka lebar. Terutama karena kebutuhan perumahan di Jawa Barat cukup besar. Karena itu, kapasitas produksi perajin harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Adsense

“Kapasitas produksi juga harus mengikuti kebutuhan pasar,” katanya.

Baca juga : Jenderal, Hapus Pungli, Sikat Beking-bekingan!

Program Gentengisasi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Ara mengatakan, genteng tanah liat dapat menjadi alternatif pengganti atap seng yang membuat rumah lebih panas.

Tito menambahkan, program Gentengisasi bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut diluncurkan karena masih banyak rumah di Indonesia yang menggunakan material penutup atap selain genteng tanah liat.

Dari data yang ada, sekarang baru 57 persen rumah pakai genteng tanah liat. Sekitar 37 persen rumah menggunakan seng. Sisanya memakai asbes dan material lainnya, seperti papan, bambu, ijuk dan jerami.

Tito menyebut Jawa Barat sebagai salah satu wilayah dengan jumlah rumah bergenteng terbesar. Jumlahnya mencapai lebih dari 13 juta rumah, meski persentasenya sekitar 87 persen.

Yogyakarta tercatat memiliki persentase rumah bergenteng sekitar 97 persen, disusul Jawa Timur sekitar 95 persen.

Tito memaparkan sejumlah keunggulan genteng tanah liat. Selain relatif murah dan merupakan produk khas Indonesia, genteng tidak menimbulkan suara bising ketika hujan dan membuat rumah terasa lebih sejuk.

“Genteng juga bagian dari estetika rumah,” ujarnya.

Baca juga : MA Kabulkan Uji Pendapat DPRD Gowa, Bupati Husniah Hadapi Gerakan Pemakzulan

Sekda Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, kebutuhan genteng untuk program Bedah Rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) diperkirakan mencapai 15 juta unit. Jumlah tersebut belum termasuk kebutuhan dari program perumahan lainnya.

Besarnya kebutuhan itu menjadi peluang bagi sentra produksi genteng lokal. Pemerintah Daerah pun terus memeriksa kesiapan pengiriman sekaligus memberikan pembinaan kepada perajin.

“Rencana berikutnya kami akan dorong dalam format ekosistem, sehingga supply dan demand bisa bertautan secara langsung,” ujar Herman.

Untuk memperkuat kapasitas usaha, Pemerintah juga mendorong akses pembiayaan bagi UMKM melalui BRI dan Bank Jabar. Pembiayaan tersebut diharapkan membantu perajin mendapatkan tambahan modal untuk memperluas usaha dan meningkatkan produksi.

Program Gentengisasi selanjutnya akan menyasar Majalengka. Pemerintah menyiapkan pengiriman 2,4 juta genteng pada 8 November 2026 menggunakan 600 truk. Pengiriman tersebut melibatkan 45 perajin lokal. Sebanyak 34 perajin telah memiliki sertifikasi SNI, sementara 11 lainnya dinyatakan lolos uji keandalan.

Pesanan dalam jumlah besar tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan industri genteng rakyat. Namun, keberlanjutan usaha tetap bergantung pada kemampuan perajin menjaga kualitas, meningkatkan kapasitas produksi, dan memenangkan pasar di luar pesanan pemerintah. JAR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Minggu, 4 Oktober 2026 dengan judul "Ara Lepas 500 Ribu Genteng Program Gentengisasi Berkah, Perajin Lokal Kebanjiran Order"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense