RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memperkuat tata kelola Barang Milik Negara (BMN) melalui sosialisasi kebijakan dan pengenalan inovasi digital STAR ASET BMN. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan dipimpin Kepala Bagian Penatausahaan BMN Biro BMN Sekretariat Jenderal Kemenimipas, Lukman Agung Widodo. Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari proyek perubahan yang digagasnya dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II.
Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri atas pengelola BMN dan keuangan dari unit eselon I Kemenimipas serta satuan kerja imigrasi.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bekasi, melalui Kepala Subbagian Tata Usaha, Oni, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Baca juga : Peringati Hari Bakti ke-2, Kemenko Kumham Imipas Gelar Beragam Kegiatan Sosial
“Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Kantor Imigrasi Bekasi sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini. Sosialisasi ini menjadi kesempatan bagi pengelola BMN dan keuangan untuk memperluas wawasan mengenai pengelolaan aset negara,” ujar Oni.
Menurutnya, penguatan kapasitas sumber daya manusia penting untuk memastikan aset negara dikelola secara tertib dan optimal. Pengelolaan yang baik juga diharapkan mendukung pelaksanaan tugas serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dalam pemaparannya, Lukman menjelaskan bahwa pengelolaan BMN mencakup seluruh siklus aset negara. Proses tersebut meliputi perencanaan kebutuhan, pengadaan, penggunaan, penatausahaan, pemanfaatan, hingga penghapusan.
“Pengelolaan BMN perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan kebutuhan hingga penghapusan aset. Karena itu, diperlukan kebijakan yang jelas dan sinergi antara pengelola BMN dengan pengelola keuangan,” kata Lukman.
Baca juga : Kalapas Garut: Pengawasan Harus Cegah Masalah Pemasyarakatan Berulang
Ia menambahkan, keselarasan pengelolaan diperlukan untuk meningkatkan kualitas data dan memperkuat pengendalian internal. Langkah tersebut juga dapat meminimalkan risiko ketidaktertiban administrasi serta meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
Selain sosialisasi kebijakan, kegiatan ini memperkenalkan STAR ASET BMN. Inovasi digital tersebut dirancang untuk mengintegrasikan informasi dan memantau pengelolaan BMN berdasarkan siklus pengelolaan aset.
“Melalui STAR ASET BMN, kami berharap informasi pengelolaan aset dapat tersaji lebih terstruktur. Dengan demikian, pemantauan dan koordinasi antarunit kerja dapat berjalan lebih efektif,” ujar Lukman.
Pemanfaatan informasi yang terintegrasi diharapkan membantu pimpinan dan pengelola BMN mengidentifikasi permasalahan. Informasi tersebut juga dapat menjadi dasar untuk menentukan prioritas perbaikan dan mengambil keputusan secara tepat.
Baca juga : Irjen Kemenimipas Awasi Ketat Seleksi Taruna 2026, Tegaskan Tak Ada KKN
Pengembangan STAR ASET BMN menjadi bagian dari upaya transformasi tata kelola aset negara. Inovasi ini diarahkan untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan kepatuhan terhadap peraturan.
Melalui sosialisasi ini, peserta diharapkan mampu menerapkan prinsip pengelolaan BMN yang baik di unit kerja masing-masing. Upaya tersebut membutuhkan komitmen dan kolaborasi antara pengelola BMN, pengelola keuangan, serta satuan kerja.
Kegiatan di Bekasi menjadi salah satu langkah Biro BMN Sekretariat Jenderal Kemenimipas dalam memperluas penerapan tata kelola aset yang terintegrasi. Penguatan kebijakan dan pengembangan STAR ASET BMN diharapkan mendukung kinerja organisasi serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.