RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mendukung penguatan literasi digital santri melalui pelatihan berbagai bidang teknologi. Dukungan itu disampaikan saat menerima jajaran Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI) dan Yayasan Pendidikan Widya Bakti Yogyakarta di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
“Kami mendukung program penguatan literasi digital santri melalui berbagai pelatihan di bidang teknologi digital,” ujar Gibran di sela pertemuan, dikutip keterangan resmi Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres), Jumat (23/10/2026).
Pertemuan tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2026. Dalam kesempatan itu mereka membahas berbagai bidang teknologi untuk para santri, antara lain mulai dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), big data, keamanan siber (cybersecurity), kewirausahaan digital (digipreneur) dan lainnya.
Gibran menilai, penguasaan teknologi penting agar generasi muda mampu menghadapi perubahan zaman. Santri juga perlu memperoleh kesempatan mempelajari teknologi secara praktis, sehingga dapat mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
Dalam kesempatan sebelumnya, Gibran mengingatkan santri agar mampu bersaing menghadapi perkembangan global. Dia berharap mereka tidak tertinggal dari kemajuan negara lain.
“Kami ingin ke depan, para santri ini juga akan dapat menjawab tantangan zaman. Kita berpacu, jangan sampai ketinggalan dengan negara lain,” ucap Gibran.
Baca juga : Gus Ipul Genjot Pendataan Digital Bansos Tepat Sasaran
Putra sulung Presiden ke-7 RI Jokowi ini juga menekankan pemanfaatan teknologi untuk menghasilkan inovasi dan meningkatkan produktivitas. Pembelajaran digital diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja dan persoalan masyarakat.
“Jadikan teknologi sebagai alat bantu untuk ciptakan inovasi. Selain itu, meningkatkan produktivitas,” ucapnya.
Dukungan tersebut menjadi landasan bagi UTDI dan Yayasan Pendidikan Widya Bakti untuk memperluas akses pembelajaran digital di pesantren.
Ketua Yayasan Pendidikan Widya Bakti Teguh Wijono Budi Prasejitio mengatakan, audiensi itu membahas rencana pelatihan teknologi bagi santri di berbagai daerah.
“Pada hari ini kami diterima dengan sangat baik oleh Bapak Wakil Presiden Indonesia berkaitan dengan program kami untuk melakukan literasi digital bagi para santri di Indonesia,” ujar Teguh.
Dia menjelaskan, pelatihan yang direncanakan mencakup kecerdasan buatan, pengolahan data berskala besar atau big data, kewirausahaan digital, serta keamanan siber. Materi tersebut dipilih untuk membantu santri mengenali perkembangan teknologi sekaligus membangun keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Baca juga : Menlu Wong: Indonesia Mitra Penting Australia
“Salah satunya adalah di bidang AI, kemudian di bidang Big Data dan juga di bidang Digipreneur,” jelas Teguh.
Teguh menambahkan, keamanan siber juga masuk dalam rencana pembelajaran. Bidang ini penting untuk memperkenalkan cara melindungi data serta memahami risiko yang muncul seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi digital.
Menurutnya, dukungan Wapres memberikan dorongan bagi rencana pengembangan program tersebut. Pihaknya berharap pelatihan dapat memperluas kesempatan santri untuk mempelajari teknologi di luar pembelajaran yang selama ini mereka peroleh.
“Bapak Wakil Presiden mendukung kegiatan kami ini,” ungkapnya.
Rektor UTDI Sri Redjeki menegaskan komitmen kampusnya untuk menyiapkan pelatihan lanjutan bagi santri. Program itu dirancang untuk memperluas pengetahuan dan kemampuan teknologi digital melalui pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan.
“Untuk memberikan berbagai macam pelatihan ke depan yang terkait dengan di luar kebijakan yang ada untuk penguatan teknologi digital dari para santri yang ada di sini,” ujar Sri.
Baca juga : Presiden Gelontorkan 400 T untuk Nelayan & Petani
Rencana pelatihan tersebut diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi santri untuk mengembangkan kompetensi digital. Penguasaan kecerdasan buatan, big data, keamanan siber dan kewirausahaan digital dapat menjadi bekal untuk menghadapi perubahan dunia kerja.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan lembaga pendidikan, akses terhadap teknologi di lingkungan pesantren diharapkan semakin terbuka. Santri pun berpeluang mengambil peran lebih besar, baik sebagai pengguna maupun pencipta inovasi, dalam perkembangan ekosistem digital Indonesia. JAR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Sabtu, 24 Oktober 2026 dengan judul "Terima Jajaran UTDI Wapres Dukung Santri Belajar Teknologi Digital"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.