BREAKING NEWS
 

Raih PIKI Awards 2026, Gugun Gumilar: Kebebasan Beribadah Amanat Konstitusi

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 26 Oktober 2026 12:15 WIB
Foto: Dok. Kemenag.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebebasan beragama dan beribadah merupakan hak konstitusional yang harus dijaga bersama sebagai fondasi persatuan bangsa.

Komitmen tersebut ditegaskan Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, setelah menerima penghargaan kategori Penggiat Kebebasan Beribadah dalam ajang PIKI Awards 2026, Minggu (25/10/2026).

Penghargaan yang diselenggarakan Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) dan disiarkan melalui Metro TV itu menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi Gugun dalam memperjuangkan kebebasan beribadah, serta merawat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Baca juga : Kemenag Siapkan 5 Program Strategis untuk Perkuat Masa Depan Santri

Gugun menegaskan, penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian pribadi, melainkan juga bentuk penghormatan terhadap kerja bersama berbagai pihak yang selama ini berkomitmen menjaga kerukunan dan memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada PIKI atas apresiasi ini. Namun, bagi saya, penghargaan ini bukan tentang prestasi personal. Ini adalah bentuk penghormatan kepada semua pihak yang selama ini bekerja, berjuang, dan mengambil bagian dalam menjaga kerukunan serta memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya,” ujar Gugun.

Adsense

Menurutnya, kebebasan beragama dan beribadah merupakan hak konstitusional yang menjadi tanggung jawab bersama.

Baca juga : BAZNAS Dan Kemenag Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Pendidikan Madrasah

Upaya menjaganya tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan komunitas lintas iman.

“Menjaga kebebasan beribadah berarti menjaga konstitusi sekaligus merawat persatuan yang dicita-citakan para pendiri bangsa. Indonesia dibangun di atas keberagaman. Karena itu, perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi harus menjadi kekuatan untuk membangun masa depan bersama,” tegasnya.

Gugun menambahkan, kerukunan tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Diperlukan konsistensi, keberanian untuk berdialog, serta kesediaan seluruh elemen bangsa untuk saling menghormati dan melindungi hak setiap warga negara.

Baca juga : Terima Delegasi Parlemen Jerman, Stafsus Menag Paparkan Komitmen Prabowo soal Kerukunan

Ia menilai, penghargaan tersebut seharusnya menjadi dorongan untuk terus memperkuat upaya menjaga kebebasan beribadah dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Yang terpenting bukan siapa yang menerima penghargaan, tetapi bagaimana dedikasi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Masa depan Indonesia yang kuat harus dibangun di atas penghormatan terhadap konstitusi, kebebasan beribadah, dan persatuan seluruh anak bangsa,” tutup Gugun.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense