RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyambangi Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat. Didampingi Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto, Ara mengecek langsung warga penerima program bedah rumah.
Ara menegaskan, pelaksanaan program bedah rumah harus mengedepankan transparansi dan ketepatan sasaran. Seluruh bantuan juga diberikan gratis tanpa pungutan biaya.
"Program bedah rumah ini harus dilaksanakan secara transparan, tepat sasaran dan gratis, alias tidak dipungut biaya," tegas Ara saat meninjau lokasi, Sabtu (31/10/2026) sore.
Program bedah rumah terus menyasar kawasan permukiman padat penduduk. Setelah Kompleks Permata, pemerintah kini memberikan perhatian kepada Kampung Boncos.
Dalam dialog dengan warga, Ara mengatakan perbaikan rumah harus dibarengi penguatan ekonomi keluarga. Kepastian hukum atas kepemilikan rumah juga perlu menjadi perhatian.
Karena itu, Kementerian PKP menggandeng sejumlah lembaga dan kementerian. Kolaborasi dilakukan untuk mempercepat penanganan kebutuhan masyarakat.
Baca juga : Rakor di Merdeka Barat, Ara Siapkan 7.952 Huntap Korban Bencana di Sumatera
Ara mengapresiasi dukungan Kementerian Dalam Negeri, Badan Pusat Statistik, Kementerian ATR/BPN, Polda Metro Jaya, serta PNM.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Kemendagri, BPS, Kementerian ATR/BPN, Kapolda Metro Jaya, PNM dan semua pihak yang telah mendukung," ungkap Ara.
Pemerintah juga menyiapkan program satu juta sertifikasi rumah gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program tersebut digarap bersama Kementerian ATR/BPN.
Menurut Ara, perbaikan rumah, kepastian kepemilikan, dan peningkatan ekonomi warga harus berjalan bersama. Masyarakat juga dapat memanfaatkan KUR Perumahan serta program pembiayaan dari PNM.
"Bedah rumahnya diurus Kementerian PKP, sertipikatnya diurus Kementerian ATR/BPN dan perekonomiannya ditingkatkan melalui KUR Perumahan serta PNM. Itulah bagaimana superteam bekerja," tegasnya.
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto mengapresiasi langkah Ara yang turun langsung ke Kampung Boncos.
Baca juga : Sukseskan Program Gentengisasi, 34 UMKM Siap Pasok 2,4 Juta Genteng
Menurut Dadang, kehadiran Menteri PKP menunjukkan keseriusan pemerintah memastikan bantuan diterima warga yang tepat. Penentuan penerima bantuan harus berdasarkan data dan parameter yang jelas.
Dia menilai pembenahan kawasan permukiman juga dapat berjalan seiring dengan upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Dadang menyinggung konsep fixing broken windows. Menurutnya, perbaikan lingkungan dapat membantu mencegah munculnya peluang kejahatan.
"Terima kasih luar biasa kepada Pak Menteri PKP yang sudah masuk ke Kampung Boncos dan menemukan rumah yang tepat sasaran untuk dibedah," ujarnya.
"Melalui Program Bedah Rumah, kita bisa bergerak secara simultan untuk mencegah terbukanya celah kejahatan baru," lanjut Dadang.
Dia memastikan Polda Metro Jaya mendukung program prioritas Kementerian PKP. Kegiatan turun ke lapangan juga menjadi sarana mempererat hubungan dengan masyarakat.
Baca juga : Ara Dan Kapolri Bedah Rumah Lansia Di Kampung Ambon
Pada 2026, alokasi program bedah rumah di DKI Jakarta meningkat menjadi 10.300 unit. Tahun sebelumnya, alokasi program ini sebanyak 158 unit.
Sebanyak 10.000 unit dialokasikan untuk kawasan perkotaan. Sementara 300 unit lainnya diperuntukkan bagi wilayah pesisir.
Lima wilayah kota administrasi Jakarta masing-masing mendapat 2.000 unit bantuan. Kepulauan Seribu memperoleh alokasi 300 unit.
Khusus Jakarta Barat, pemerintah menyiapkan 2.000 unit bantuan. Program tersebut tersebar di delapan kecamatan dan 50 kelurahan.
Kecamatan Palmerah memperoleh alokasi sebanyak 415 unit. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menangani rumah tidak layak huni di kawasan padat penduduk.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.