Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gempa M5,4 Guncang Pulau Karutung Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami
- Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol, Roma dan Como Ikut Raih Kemenangan
- PSS Sleman Takluk dari Borneo FC, Kartu Merah Jadi Titik Balik
- Persib Vs Melbourne Victory, Ujian Terberat Maung Bandung
- Gempa M5,4 Guncang Gunungkidul Yogyakarta, Tidak Berpotensi Tsunami
Rakor di Merdeka Barat, Ara Siapkan 7.952 Huntap Korban Bencana di Sumatera
Rabu, 28 Oktober 2026 09:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 7.952 unit huntap yang tersebar di 14 kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut.
Target itu disampaikan Menteri PKP Maruarar Sirait dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri untuk Monitoring dan Evaluasi Tim Pengarah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Jalan Medan Merdeka Barat, Selasa (27/10/2026).
Ara, sapaan akrab Maruarar mengatakan, pembangunan huntap menjadi bagian penting dari upaya pemerintah menyediakan tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat terdampak bencana.
Baca juga : Sukseskan Program Gentengisasi, 34 UMKM Siap Pasok 2,4 Juta Genteng
Program ini sekaligus diharapkan mendukung pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga.
"Pembangunan tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk menyediakan tempat tinggal yang aman dan layak sekaligus mendukung pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Selain pembangunan huntap, pemerintah juga mempercepat penyediaan rumah bagi korban bencana melalui skema gotong royong dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Skema Gotong Royong
Dalam rapat tersebut, Ara melaporkan bahwa hingga Minggu pertama Oktober 2026, program pembangunan huntap melalui skema gotong royong yang bersinergi dengan Satgas PRCPN dan Yayasan Buddha Tzu Chi telah menetapkan target 2.603 unit rumah bagi masyarakat terdampak bencana dengan kategori kerusakan berat.
Baca juga : Ara Dan Kapolri Bedah Rumah Lansia Di Kampung Ambon
Program tersebut tersebar di delapan kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ara menjelaskan, pembangunan melalui skema gotong royong dibagi menjadi dua tahap.
Tahap I menargetkan 1.472 unit rumah, sedangkan Tahap II sebanyak 1.131 unit. “Percepatan pembangunan dan penyelesaian unit hunian menjadi prioritas agar masyarakat terdampak dapat segera menempati rumah yang layak dan kembali menjalani kehidupan secara normal,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi pemerintah, lembaga sosial dan berbagai pihak terkait diharapkan mampu mempercepat penyelesaian pembangunan sekaligus memastikan hunian yang disediakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Dari sisi pendanaan, Kementerian PKP memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp 7,4 triliun untuk mendukung pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana pada tahun anggaran 2026–2028.
Baca juga : Naik Maung Putih, Ara Cek Rumah Warga Rorotan Yang Bakal Dibedah
Anggaran tersebut direncanakan untuk mendukung 38 kegiatan penanganan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
“Dukungan anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mempercepat pemulihan sektor perumahan dan kawasan permukiman sekaligus memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan di lapangan," katanya.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Kementerian PKP juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya dalam penyediaan hunian tetap bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal atau rumahnya mengalami kerusakan berat.
“Dengan dukungan anggaran, penguatan koordinasi dan semangat gotong royong, Kementerian PKP terus berkomitmen mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat agar masyarakat terdampak dapat segera memperoleh hunian tetap yang layak dan berkelanjutan," pungkas Ara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya