Dark/Light Mode

Naik Maung Putih, Ara Cek Rumah Warga Rorotan Yang Bakal Dibedah

Senin, 19 Oktober 2026 13:05 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait menggunakan Maung putih berpelat nomor RI 26 saat meninjau calon penerima bantuan Program Bedah Rumah di Kelurahan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (18/10/2026) sore. Foto: RM
Menteri PKP Maruarar Sirait menggunakan Maung putih berpelat nomor RI 26 saat meninjau calon penerima bantuan Program Bedah Rumah di Kelurahan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (18/10/2026) sore. Foto: RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menggunakan mobil dinas Maung MV3 Garuda Limousine berwarna putih saat meninjau calon penerima bantuan Program Bedah Rumah di Kelurahan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (18/10/2026) sore.

Menteri yang akrab disapa Ara itu datang menggunakan Maung berpelat nomor RI 26. Ia didampingi istri dan jajaran Kementerian PKP untuk memastikan bantuan perbaikan rumah diberikan kepada warga yang tepat sasaran.

Kunjungan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi calon penerima serta tingkat kerusakan hunian. Ara juga melihat langsung kondisi rumah warga yang membutuhkan perbaikan.

Ara mengatakan, kendaraan dinas yang diberikan Presiden Prabowo Subianto itu akan digunakan untuk mendukung kunjungan kerja ke berbagai daerah, terutama untuk meninjau program perumahan dan kawasan kumuh.

“Hari ini dan seterusnya, mobil dinas ini sudah saya pakai untuk kunjungan kerja ke daerah-daerah kumuh dan peresmian renovasi rumah di wilayah Menteng Tenggulun Jakarta dan lainnya. Kita pakai Maung untuk bekerja bersama rakyat,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Ara mendatangi rumah Masulah, 48 tahun, yang bekerja sebagai juru masak di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perempuan itu memiliki penghasilan sekitar Rp 2,5 juta per bulan.

Baca juga : PIKI Usulkan Nuklir Dan Listrik Desa, Bahlil Siap Masukkan ke Roadmap ESDM

Ara juga meninjau rumah Nusrobah, 55 tahun, seorang asisten rumah tangga yang berpenghasilan sekitar Rp 1 juta per bulan. Nusrobah tinggal bersama dua anaknya di rumah seluas 37 meter persegi.

Kondisi rumah Nusrobah memerlukan perbaikan pada sejumlah bagian bangunan. Dindingnya mengalami keretakan dan sebagian masih berupa papan. Lantai plester juga rusak berat, sedangkan atap asbes yang lapuk kerap bocor dan berisiko ambruk.

Pengerjaan rumah bagi warga penerima bantuan dijadwalkan berlangsung mulai 26 Oktober hingga 26 Desember 2026. Program ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas hunian masyarakat yang membutuhkan.

Doakan Prabowo Kuat Memimpin dan Berantas Korupsi

Di sela-sela kunjungan, Ara menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-75 kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia mendoakan agar Prabowo senantiasa diberi umur panjang, kesehatan, dan kekuatan dalam memimpin Indonesia.

Ara juga berharap Prabowo terus menunjukkan komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi.

Baca juga : Kejar Program 3 Juta Rumah, PKP-BRAN Gaspol Bereskan Konflik Lahan

“Selamat ulang tahun Bapak Presiden. Semoga panjang umur, sehat dan sukses memimpin kita semua. Saya yakin beliau bisa memimpin perlawanan terhadap korupsi dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Mantan anggota DPR empat periode itu menegaskan, jabatan dan kepercayaan yang diberikan negara merupakan kehormatan besar bagi setiap pejabat publik. Karena itu, seluruh jajaran pemerintahan harus menjaga amanah, bekerja keras, dan menghindari perilaku koruptif.

Menurut Ara, jabatan publik harus dimanfaatkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Para pejabat juga perlu menjalankan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh selama mendapat kepercayaan dari negara.

Filosofi Bunga Wijaya Kusuma

Ara turut membagikan pesan dari mendiang ayahnya melalui filosofi bunga Wijaya Kusuma. Ia mengenang pengalaman saat dibangunkan tengah malam untuk menyaksikan bunga berwarna putih itu mekar dan mengeluarkan aroma harum.

Namun, keindahan bunga tersebut hanya bertahan sesaat. Ketika pagi tiba, bunga itu kembali layu.

Baca juga : Ara-Bahlil Rancang Rumah Pekerja Terintegrasi Jargas Dan Energi Surya

Bagi Ara, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa kekuasaan dan jabatan tidak berlangsung selamanya. Karena itu, setiap orang yang mendapat kesempatan mengurus negara harus bekerja dengan sungguh-sungguh.

“Pesan dari orang tua saya, bunga ini indah dan wangi di malam hari, tapi esok paginya sudah layu. Maknanya, tidak ada kekuasaan atau jabatan yang abadi. Jika suatu saat diberi kesempatan mengurus negara, pastikan bekerja rajin, bersih, berani dan cepat untuk rakyat,” tutur Ara.

Ia mengingatkan para pemangku jabatan agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Tuhan dan negara. Amanah harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab agar tidak meninggalkan penyesalan ketika masa jabatan berakhir.

“Mari kita gunakan waktu yang Tuhan berikan ini dengan penuh tanggung jawab. Semua ada waktunya, dan mari kita saling mendoakan untuk memberikan yang terbaik bagi negara dan rakyat,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.