BREAKING NEWS
 

Ara Apresiasi Inovasi BTN Dukung Program 3 Juta Rumah Prabowo

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Selasa, 3 November 2026 12:11 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Direktur Utama PT BTN (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu (kanan) usai rapat di Kementerian pkp, Jakarta, Senin (2/11/2026). Foto: Fiky/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi berbagai inovasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN dalam memperluas akses pembiayaan perumahan. Terobosan tersebut dinilai dapat membantu mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu inovasi yang tengah diuji coba BTN adalah skema pembiayaan tambahan untuk rumah subsidi di wilayah Bogor. Melalui skema ini, pengembang terlebih dahulu membangun rumah hingga selesai. Selanjutnya, BTN menyediakan fasilitas pembiayaan tambahan maksimal 30 persen untuk melengkapi kebutuhan hunian agar siap ditempati.

Maruarar yang akrab disapa Ara mengatakan, kontribusi BTN sangat penting dalam mendukung penyediaan rumah subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) maupun pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.

"Saya berterima kasih atas capaian-capaian yang telah dilakukan BTN dalam mendukung program perumahan, khususnya rumah subsidi dan KUR Perumahan," kata Ara usai rapat bersama Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, Direktur Consumer Banking BTN Evita Barliana, dan jajaran direksi BTN di ruang kerja Menteri PKP, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Menurut Ara, sinergi pemerintah dan sektor perbankan, khususnya BTN sebagai salah satu pemain utama pembiayaan perumahan nasional, diperlukan untuk menyukseskan Program 3 Juta Rumah.

Ia menilai berbagai terobosan BTN dapat mempercepat realisasi program perumahan sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pelaku usaha di sektor perumahan.

Baca juga : Ara Dan Kapolda Metro Jaya Cek Penerima Bedah Rumah Di Kampung Boncos

"BTN memiliki terobosan-terobosan baru yang baik dan bagus dalam mendukung percepatan progres rumah subsidi FLPP," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan, uji coba skema pembiayaan tambahan di Bogor dirancang untuk meningkatkan kualitas rumah subsidi agar lebih layak dan siap dihuni.

Dalam skema tersebut, pengembang menyelesaikan pembangunan rumah terlebih dahulu. Setelah itu, BTN memberikan pembiayaan tambahan maksimal 30 persen untuk melengkapi kebutuhan rumah.

"Skema tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas keterhunian rumah subsidi, sekaligus memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh hunian yang lebih layak tanpa harus beralih ke pembiayaan lain dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi," jelas Nixon.

Adsense

Selain skema pembiayaan tambahan, BTN juga tengah menyiapkan program recycle KPR. Program ini sedang diproses melalui penyusunan regulasi yang digodok Kementerian PKP.

Nixon menjelaskan, skema recycle KPR bertujuan mengoptimalkan kembali rumah-rumah lama yang mengalami kemacetan pembayaran. Termasuk rumah yang tidak lagi dimanfaatkan sejak pandemi Covid-19.

Baca juga : Sukseskan Program Gentengisasi, 34 UMKM Siap Pasok 2,4 Juta Genteng

Melalui program tersebut, rumah-rumah yang sebelumnya tidak produktif akan diperbaiki dan ditingkatkan kelayakan bangunannya agar dapat kembali dimanfaatkan masyarakat.

Dengan demikian, program recycle KPR diharapkan dapat menambah pasokan hunian sekaligus mendorong permintaan rumah di masyarakat.

Di sisi lain, BTN juga melaporkan perkembangan rencana pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Manggarai, Jakarta. Nixon menyebut jumlah masyarakat yang telah mendaftar untuk mendapatkan hunian tersebut mencapai sekitar 1.500 orang.

Saat ini, pengembangan rumah susun subsidi tersebut masih menunggu penyelesaian perizinan yang sedang diproses PT Kereta Api Indonesia (Persero).

"Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, tahapan selanjutnya, termasuk akad pembiayaan diharapkan dapat segera dilaksanakan," ujarnya.

BTN juga memperluas kolaborasi dengan berbagai organisasi untuk menyediakan hunian bagi kelompok pekerja. Salah satunya melalui komunikasi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Muhammadiyah.

Baca juga : Ara Dan Kapolri Bedah Rumah Lansia Di Kampung Ambon

Dalam komunikasi dengan Muhammadiyah, salah satu pembahasan yang mengemuka adalah penyediaan rumah bagi pegawai dan tenaga pendidik di lingkungan yayasan Muhammadiyah.

Nixon menegaskan, BTN dan Kementerian PKP sepakat memperkuat koordinasi serta menyiapkan langkah operasional untuk mempercepat pelaksanaan KUR Perumahan dan mengoptimalkan penyaluran KPR Subsidi FLPP.

"Dalam pertemuan ini, Kementerian PKP dan BTN sepakat memperkuat koordinasi serta menyiapkan langkah tindak lanjut operasional untuk mempercepat pelaksanaan KUR Perumahan dan optimalisasi penyaluran KPR Subsidi FLPP," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense