RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terus melanjutkan pembangunan prasarana infrastruktur konektivitas yang telah mendekati tuntas, guna mendukung kelancaran pergerakan orang dan barang (logistik).
Salah satunya, adalah Jembatan Ogan yang menghubungkan Seksi I Tol Kayu Agung–Palembang (Kramasan) – Betung dengan Jalan Lintas Timur Sumatera. Progres pengecoran jembatan mencapai 98%.
“Kita semua telah merasakan manfaatnya, dan tidak hanya untuk mendukung pergerakan orang, namun mendukung peningkatan pelayanan logistik utamanya dari Jawa- Merak-Bakauheni kemudian ke Bandar Lampung hingga ke Palembang. Pengecoran Jembatan Ogan diharapkan bisa menyelesaikan Tol Kayu Agung–Palembang–Betung pada Januari 2022,” ujar Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono melalui sambungan telekonferensi , Jumat (1/02).
Baca juga : Diplomasi Efektif Kunci Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Basuki juga mengatakan, penyelesaian pembangunan Jembatan Ogan dan Tol Kayu Agung – Palembang – Betung dapat memicu pergerakan ekonomi wilayah.
“Misalnya, di ruas Tol Trans Jawa. Sekarang petani mangga di Pasuruan, bisa menghitung berapa jam waktu pengangkutan mangganya ke Jakarta, sehingga saat dijual di toko buah masih segar. Dengan kualitas buah yang lebih baik, harga jualnya pun juga lebih baik,” ucapnya.
Jembatan Ogan merupakan merupakan satu dari tiga jembatan panjang yang ada di Ruas Tol Kayu Agung – Palembang (Kramasan).
Baca juga : Peringatan KPK: Bansos Covid-19 Jangan Dimanfaatkan untuk Kepentingan Pilkada
Jembatan yang dibangun dengan metode cast insitu balance cantilever ini memiliki total panjang 1,6 km dengan lebar bentang utama 385 meter, clearance horizontal 185 meter dan clearance vertikal 16,5 meter.
Nilai investasi jembatan adalah Rp 1,2 triliun. Pembangunan jembatan tol ini dilakukan oleh PT Waskita Sriwijaya Tol selaku BUJT ruas Kayu Agung - Palembang (Kramasan) sepanjang 42 km dengan waktu pelaksanaan dari 1 Juni 2016 hingga Juni 2020.
Direktur Utama PT Waskita Sriwijaya Tol, Herwidiakto mengatakan, tersambungnya Jembatan Ogan merupakan komitmen BUJT untuk menyelesaikan Tol Kayu Agung – Palembang – Betung sepanjang 111 km.
Baca juga : Jasa Tirta II Lakukan Padat Karya Bersihkan Waduk Jatiluhur
“Seksi I Kayu Agung – Palembang (Jakabaring) sepanjang 33 km sudah beroperasi tanpa tarif sejak April 2020. Sekarang, kami fokus untuk mempercepat penyelesaian STA 33,5 - STA 42,5 (Jakabaring - Kramasan). Di mana Kramasan merupakan exit ke Jalintim Sumatera. Untuk Seksi II Palembang – Betung, akan dimulai pada, Juli 2020. Kami harap pembangunan Tol Kayu Agung – Palembang – Betung selesai secara keseluruhan pada, Januari 2022,” ujarnya.
Sementara Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengatakan, kehadiran tol Kayu Agung - Palembang sudah lama dinantikan warga Sumsel. Kini dari Palembang ke Bandar Lampung hanya 3.5 jam saja. Antara Lampung dan Sumatera Selatan, sejak lama memiliki ikatan yang kuat karena berasal dari rumpun yang sama.
Pengerjaan konstruksi Ruas Tol Kayu Agung – Palembang – Betung dilaksanakan sesuai protokol pencegahan Covid-19, seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan serta Inmen PUPR No 02/IN/M/2020 tentang Protokol Pencegahan Penyebaran Corona dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi. [FIK]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.