RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kemenko Pengembangan Manusia dan Kebudayaan.(PMK), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengadakan Sosialisasi Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah) Lintas Kementerian/Lembaga. Kegiatan dilakukan secara daring melalui webinar, pada 3-6 Agustus 2020.
Kemendikbud bersama kementerian dan lembaga menyampaikan pentingnya sinergi antara kementerian dan lembaga pada aplikasi SIPLah sebagai salah satu upaya memajukan UMKM di tengah kondisi pandemi Coviid-19.
Baca juga : ALE Berikan Gambaran Bisnis di Masa Pandemi
“Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, yang perekonomian baik secara makro maupun mikro mengalami penurunan, kita harus mampu memanfaatkan peluang dan potensi ekonomi digital serta pendampingan terhadap UMKM. Pendampingan terhadap UMKM diperlukan agar mereka dapat memanfaatkan sistem daring untuk mempertahankan usahanya,” kata Sekjen Kemendikbud Ainun Na’im, dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (21/8).
Menurutnya, sosialisasi SIPLah sebagai pasar elektronik untuk pengadaan barang dan jasa pada satuan pendidikan merupakan langkah strategis guna mengikutsertakan kementerian dan lembaga terkait untuk menggerakkan jaringannya dalam upaya memanfaatkan potensi pasar daring yang diakses oleh lebih dari 63.000 satuan pendidikan dari sekitar 440.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Baca juga : Sandiaga Bagi-bagi Jurus Jalankan Usaha di Tengah Pandemi
“Sosialisasi ini dirasa perlu untuk menggandeng lintas kementerian dan lembaga terutama yang memiliki UMKM binaan dan kewenangan terkait perizinan usaha UMKM sehingga ekosistem pasar pendidikan ini dapat dimanfaatkan untuk kemajuan UMKM di Indonesia terutama di era pandemi Covid-19,” terang Ainun.
Ia mengatakan, ada potensi besar pada aplikasi SIPLah, yaitu terdapat sekitar 200.000 barang dan jasa pendidikan, dan sekitar 11.000 penyedia barang dan jasa. Namun demikian, Ainun merasa perlu mengajak sebanyak mungkin UMKM untuk bergabung memasarkan barang dan jasa pada aplikasi SIPLah. [KW]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.