BREAKING NEWS
 

Kunjungi Jepang, Menperin Bawa Pulang Rp 17 T Investasi Baru Industri Otomotif

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 20 Maret 2021 23:15 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto RM.id/Menperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan kemudahan peluang investasi di Indonesia saat bertemu Ketua Japan Indonesia Association (Japinda) sekaligus mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuo Fukuda.

“Dalam pertemuan tersebut, kami menyampaikan bahwa pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja mendorong reformasi regulasi yang mendukung peningkatan investasi termasuk dari Jepang,” ujar Menperin lewat keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (20/3/2021).

Dengan meningkatnya peluang investasi bagi perusahaan asal Jepang, hubungan bilateral yang telah terbangun antara Indonesia-Jepang diharapkan akan makin kuat. Dalam rangkaian lawatan ke Jepang, Menperin bertemu dengan prinsipal perusahaan-perusahaan otomotif di Indonesia asal Jepang untuk mendorong komitmen investasi dan perluasan pasar ekspor.

Baca juga : Didukung 3 Menteri, Ganjar Jadi Mandor Pembangunan Wisata Borobudur

Hasilnya, terdapat sekitar Rp 17 triliun investasi baru yang akan ditanamkan sejumlah industri otomotif yang meliputi pengembangan model kendaraan baru serta perluasan pasar ekspor. “Kami juga mendorong perusahaan-perusahan otomotif asal Jepang untuk melakukan ekspor mobil ke Australia dalam rangka mengoptimalkan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang telah berjalan,” jelas Agus.

Pada kesempatan itu, Agus membahas soal perusahaan Jepang berinvestai di bidang methanol dan ethanol di Tanah Air. Yakni industri petrokimia terkemuka Jepang, Sojitz Corporation. Mereka berminat untuk memperluas investasi di Indonesia dengan berpartisipasi pada proyek hilirisasi industri berbasis gas di kawasan industri Teluk Bintuni, Papua Barat. Industri metanol dan amonia itu sebagai bagian dari substitusi impor bahan baku.

Adsense

Pada kesempatan tersebut, Fukuda mengapresiasi kemudahan birokrasi untuk berinvestasi di Indonesia. Ia juga menilai, Indonesia memiliki potensi industri petrokimia, dan mendukung agar perusahaan Jepang dapat berinvestasi di sektor pionir tersebut.

Baca juga : Kunker Ke Jepang, Menperin Bawa Oleh-oleh Investasi Triliunan

Jepang merupakan salah satu mitra strategis Indonesia. Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan, sepanjang 2020 investasi Jepang di Indonesia mencapai 2,6 miliar dolar AS dan sebanyak 8.817 proyek Jepang dilaksanakan.

Proyek Bintuni

Proyek Bintuni masuk sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga akan memperoleh kemudahan serta berbagai insentif dari Pemerintah. Proyek petrokimia tersebut menjadi yang terbesar dengan luas sekitar 2.000 Hektare. Kami akan membahasnya lebih lanjut pada kunjungan selanjutnya di bulan Mei mendatang,” Agus.

Baca juga : Ketemu Menperin, Honda Tambah Investasi Rp 5,2 T

Bisnis Sojitz Corporation di Indonesia meliputi perusahaan Kaltim Methanol Industri (KMI) di Bontang, Kalimantan Timur yang merupakan satu-satunya produsen methanol di Indonesia. Perusahaan tersebut berkapasitas produksi 660.000 metrics ton per tahun.

Bahan baku methanol sangat dibutuhkan, antara lain dalam industri tekstil, plastik, resin sintetis, farmasi, insektisida, plywood. Metanol juga sangat berperan sebagai antifreeze dan inhibitor dalam kegiatan migas. Selain itu, methanol juga merupakan salah satu bahan baku untuk pembuatan biodiesel.[MEL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense