RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menggelar silaturahmi dengan Alim Ulama, Pengasuh Ponpes, dan Pimpinan serta tokoh lintas agama se-Jawa Barat (Jabar) secara virtual, Minggu (25/7).
Menko Polhukam meminta kepada tokoh lintas agama, pengasuh pondok pesantren, tokoh masyarakat se-Jawa Barat untuk bersama pemerintah berperang melawan Covid-19.
"Dalam situasi pandemi, kita semua menghadapi tantangan berat. Peran ulama, tokoh agama, masyarakat, adat sangat diperlukan. Kita dituntut untuk bersatu. Kami ingin mendengar masukan dari seluruh tokoh kelompok agama ini. Agar kita bisa bersama menangani Covid-19 ini," kata Mahfud saat silaturahmi virtual dengan alim ulama, pengasuh pondok pesantren, dan pimpinan lintas agama se-Jawa Barat (Jabar), Minggu (25/7).
Hadir pula dalam silaturahmi ini Menteri Agama, Kepala BNPB, Gubernur Jabar, Pangdam Siliwangi, Kapolda Jabar, dan puluhan pemimpin ormas lintas keagamaan.
Baca juga : Tekan Laju Covid, Mahfud Tunda Sungkeman Dengan Ibunda
Mahfud pun menegaskan, pandemi Covid-19 ini bukanlah konspirasi yang dibikin agama tertentu. Dia membantah klaim yang menyatakan Covid-19 adalah virus buatan China atau Amerika, atau pihak lain untuk memusnahkan umat Islam.
Mahfud mencontohkan negara yang warganya didominasi oleh penganut agama bukan Islam, namun banyak yang meninggal karena Covid-19. Seperti di China, India mayoritas Hindu, Amerika, Jerman, dan Prancis yang didominasi Kristen Katolik, serta Jepang yang banyak menganut agama Sinto.
"Oleh sebab itu, ini bukan konspirasi dari satu agama satu ke agama tertentu. Karena semua agama kena," tandas Mahfud.
Mahfud juga meluruskan klaim yang menyatakan, Covid-19 merupakan tentara Allah yang dikirim untuk membunuh orang-orang kafir. Juga klaim bahwa umat Islam yang rajin salat dan menjaga wudhu akan tehindar dari virus ini.
Ditegaskannya, Covid-19 tak pandang bulu. Ia dapat menginfeksi siapapun. Yang rajin beribadah, maupun yang tidak. Mahfud kembali mencontohkan ulama terkemuka Syekh Ali Jaber yang wafat saat berjuang melawan Corona. Kata Mahfud, Syekh Ali tidak diragukan ketaatannya.
"Ia sangat menjaga wudhu, rajin salat, puasa. Ulama asal Kota Madinah itu juga percaya Covid-19 dan menggunakan masker. Ulama-ulama kita banyak juga yang kena, yang rajin salat, yang tidak kita ragukan kesuciannya karena menjaga wudu, wafat karena Corona," tegas Mahfud.
Contoh lainnya adalah warga Iran yang banyak terular Covid-19 setelah menggelar salat berjamaah. Menurutnya, hal itu karena mereka menggunakan sajadah yang sama bergantian. Kegiatan ini mengakibatkan virus menular di antara orang yang salat. Setelah terinfeksi, tidak sedikit dari jamaah tersebut meninggal dunia.
Mahfud menekankan, saat ini tak lagi penting soal aliran Jabbariyyah yang meyakini bahwa kejadian atas kehendak Tuhan dan Qodiriyyah yang meyakini semua yang terjadi atas kehendak manusia. Sebab menurutnya, jelas ada hadis Nabi Muhammad memerintahkan agar umat Islam berusaha menghindari bahaya dan menjaga keselamatan.
Baca juga : Mahfud MD Ajak Amalkan Agama Secara Adil Dan Seimbang
"Nabi sudah jelas, pisahkan antara unta yang sakit dan yang sehat. Karena yang sakit itu bisa menular. Kalau di suatu kampung ada wabah, yang di luar kampung jangan masuk ke kampung itu. Nah yang di dalam juga jangan keluar agar tidak saling menulari. Kita harus berusaha menjaga kemaslahatan dan menghindari kemasfadatan," ajaknya.
Dalam silaturahmi ini, sebagian besar perwakilan tokoh lintas agama dan ormas mendukung apapun kebijakan pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19. Bahkan, sejumlah pimpinan pondok pesantren siap membantu pemerintah pusat dan Pemprov Jabar dalam program vaksinasi dengan mengizinkan gedung dan halaman ponpes sebagai sentra vaksinasi.
Ratusan peserta dalam silaturahmi ini juga berharap, agenda dialog semacam ini rutin digelar sebagai ajang menyampakan aspirasi dan keluhan masyarakat. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.