BREAKING NEWS
 

Kejar Target, PUPR Kebut Bangun SPAM Regional Kartamantul Di Daerah

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : MUHAMAD FIKY
Senin, 18 Oktober 2021 23:18 WIB
Pembangunan SPAM di sejumlah daerah.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun sejumlah Sistem Pengelolan Air Minum (SPAM) Regional di beberapa kabupaten/kota. 

SPAM Regional Kartamantul akan melayani kebutuhan air bersih bagi 260 ribu jiwa yang tinggal di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul.

Diharapkan, pekerja proyek SPAM dilakukan secara transparan dan tidak terjadi lagi penyimpangan yang menyeret anggota BPK.    

Baca juga : Guru Besar IPB Sambut Baik Mega Dilantik Jadi Dewan Pengarah BRIN

“Tidak semua daerah memiliki sumber air baku yang berada di wilayah administrasinya, sehingga penyediaan air minum dapat dilakukan melalui SPAM regional. SPAM regional lebih efektif karena sumber air bakunya satu tetapi dapat dimanfaatkan untuk beberapa kota/kabupaten. Hal ini merupakan salah satu upaya mempercepat target akses air minum aman 100% pada tahun 2024,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Senin (18/10).

Dikatakan Basuki pembangunan SPAM Regional Kartamantul dimulai pada 2014 dengan target selesai pada 2022. Pembangunan terbagi menjadi dua tahap. 

Adsense

Tahap I Sistem Bantar berlangsung selama empat tahun, yaitu fase I pada 2014-2015 dan fase II pada 2017-2018 menggunakan dana sebesar Rp 287,9 miliar. 

Baca juga : Wagub Uu Ajak Warga Aktif Kembangkan Potensi Wisata Daerah

Sementara pada Tahap II Sistem Kebon Agung berlangsung selama tiga tahun pada 2020-2022 dengan dana sebesar Rp 174 miliar. Progres fisik saat ini telah mencapai 63,64 persen.  
    
SPAM Regional Kartamantul memiliki kapasitas air sebanyak 700 liter per detik detik dengan penerima manfaat 52.000 sambungan rumah (SR) atau 260.000 jiwa. 

Wilayah pelayananan mencakup 5 kecamatan di Kabupaten Sleman, 14 kecamatan di Kota Yogyakarta, dan 3 kecamatan di Kabupaten Bantul. 

Sumber air baku SPAM Regional Kartamantul berasal dari Sungai Progo. Pekerjaan yang dilakukan selama masa konstruksi Tahap I Fase I adalah pembangunan intake Bendung Bantar dengan kapasitas 400 liter per detik, Instalasi Pengolahan Air (IPA) beton dengan kapasitas 200 liter per detik, reservoir dengan kapasitas 2.000 m3, pipa transmisi air baku sepanjang 0,5 km, pipa transmisi air minum sepanjang 8,6 km, dan jaringan distribusi sepanjang 17 km. 

Baca juga : Belajar Poros Maritim Dari Perjuangan Ratu Kalinyamat

Sedangkan pada Tahap I Fase II dibangun IPA beton dengan kapasitas 200 liter per detik, reservoir interkoneksi dengan kapasitas 2.000 m3, pipa jaringan distribusi utama dari IPA ke reservoir interkoneksi sepanjang 21,6 km, dan bak booster dengan daya tampung 500 m3. 

Pada Tahap II dibangun intake Kebon Agung dengan kapasitas 300 liter/detik, pipa transmisi air baku sepanjang 12 km, IPA beton dengan kapasitas sebesar 300 liter per detik, dan jaringan distribusi utama sepanjang 9,5 km. [MFA]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense