Sebelumnya
Mengenai acara RDM, Ketua Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD Ayu Koes Indriya menerangkan, pihaknya menjembatani one on one meeting antara kepala daerah dengan para duta besar negara sahabat dalam upaya pengembangan investasi. Dengan begitu, ke depan, diharapkan lebih banyak investor asing yang menanamkan modalnya di daerah.
“Targetnya kami, bisa menjembatani negara-negara sahabat, yang sebelumnya menemukan beberapa kendala. Tujuan one on one kali ini DPD ingin membantu, seperti Rusia yang ingin investasi kereta api di Kalimantan,” jelasnya.
Baca juga : Arena Pertarungan 9 Petahana
Dia pun amat senang, karena para kepala daerah mampu memanfaatkan pertemuan itu dengan baik. “Kepala daerah yang hadir juga ternyata sangat mengapresiasi pertemuan RDM dengan para negara sahabat ini. Kegiatan ini sekaligus membantu para investor yang selama ini mengalami kendala,” tambah Ayu.
Di tempat yang sama, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengatakan, pihaknya telah menawarkan beberapa kerja sama dengan investor dari Rusia. Dia pun yakin, kerja sama itu bisa terjalin dengan baik. Sebab, banyak hal yang menarik dan menguntungkan di daerahnya. Kalbar memiliki sumber daya alam sangat besar, terutama bauksit.
Baca juga : Ibu Iriana Pantas Jadi Ibu Panutan
“Bauksit kami bisa ditambang sampai 100 tahun ke depan. Tentunya, tambang bauksit tersebut perlu diimbangi dengan tenaga listrik yang sangat besar,” jelas Sutarmidji usai bertemu dengan Dubes Rusia Lyudmila Vorobieva.
Pembangunan Pelabuhan Samudera di Kalbar yang sebentar lagi akan rampung berfungsi strategis bagi tambang bauksit. Bukan hal mustahil pelabuhan itu nanti bisa menjadi pesaing pelabuhan di Singapura. “Itu yang kami tawarkan kepada mereka (Rusia). Belum lagi kereta api Trans Kalimantan. Maka, dengan adanya Pelabuhan Samudera dan Trans Kalimantan sekaligus, bisa menjadi perhatian utama,” papar Sutarmidji.
Baca juga : Bawaslu Larang Lurah, RT dan RW Jadi Tim Pemenangan Pileg
Untuk nilai investasi, Sutarmidji tidak menjelaskan secara rinci. “Saya tidak membicarakan jumlah investasinya. Namun kita bicara titik pembangunan kereta api,” katanya. [ONI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.