BREAKING NEWS
 

Bedah Buku ”Kupas Tuntas Rahasia Puasa” di Masjid Puri Bali Bojongsari Depok

Writer : MUHAMAD ROSIT
Editor : UJANG SUNDA
Selasa, 25 Februari 2025 22:56 WIB
Flyer bedah buku Kupas Tuntas Rahasia Puasa. (Foto: Istimewa)

Dalam rangka menyambut Bulan Cuci Ramadan, Masjid Puri Bali, Bojongsari, Depok, menggelar acara bedah buku "Kupas Tuntas Rahasia Puasa" karya Dr. K.H. Syamsul Yakin, M.A., yang berlangsung dengan penuh antusiasme, Minggu (23/2/2025). Acara ini menjadi momen istimewa bagi para jemaah untuk memperdalam pemahaman tentang makna dan keutamaan puasa. 

Acara dimulai dengan sambutan hangat Ketua DKM Masjid Puri Bali, Dr. Ustadz Aceng Abdul Aziz. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan bahagia atas terselenggaranya bedah buku ini.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pengukuhan Panitia Ramadan Masjid Puri Bali oleh Ketua Yayasan Masjid Puri Bali, Ustadz Condro Sujalmo. Dalam prosesi pengukuhan ini, ia menekankan pentingnya peran panitia dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan selama bulan suci agar berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi jamaah.

Baca juga : Pegiat Hukum Dukung KPK Tuntaskan Sejumlah Kasus Mangkrak

Moderator dalam bedah buku ini, Muhamad Rosit, mengarahkan jalannya diskusi agar berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai dengan tujuan. Sebagai pembicara dan penulis buku, Dr. K.H. Syamsul Yakin, M.A., membahas isi bukunya yang mengungkap kupas tuntas rahasia puasa. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah tiga tingkatan puasa menurut Imam Ghazali. Tingkat pertama, puasa orang awam yakni menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Tingkat kedua, puasa khusus yaitu selain menahan diri dari hal-hal di atas, juga menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa seperti berkata dusta dan melihat hal yang diharamkan. 

Adsense

Menurut KH. Syamsul Yakin, naik dari puasa tingkat pertama (puasa orang awam) ke tingkat kedua (puasa khusus) tidaklah mudah. Dibutuhkan kesadaran spiritual yang tinggi serta pengendalian diri yang lebih ketat terhadap hawa nafsu dan perbuatan yang dilarang. Seseorang harus melatih diri untuk tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisannya dari kata-kata yang tidak baik, menghindari pandangan yang tidak pantas, serta menahan diri dari perilaku yang bisa mengurangi pahala puasa. Hal ini memerlukan keteguhan hati dan latihan yang konsisten agar seseorang bisa mencapai tingkatan yang lebih tinggi dalam berpuasa.

Tingkat ketiga, puasa khususil khusus yaitu puasa yang dilakukan oleh orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah dengan menjaga hati dan pikiran dari selain-Nya, sehingga seluruh aktivitasnya berorientasi pada ibadah.

Baca juga : Mengenal Cukin, Syal Khas Betawi Yang Kerap Dipakai Mas Pram-Bang Doel

Selain membahas tingkatan puasa menurut Imam Ghazali, pemateri juga menyinggung konsep puasa dalam Kitab Sirrul Asrar karya Syekh Abdul Qodir Jaelani, yang membagi puasa menjadi dua kategori utama. Pertama, puasa syariat yaitu puasa dalam ranah syariat didefinisikan sebagai menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan seksual, bahkan dengan pasangan sah pada siang hari selama Ramadan. Kedua, puasa tarekat, yaitu puasa yang tidak hanya melibatkan pengendalian fisik tetapi juga aspek spiritual. Puasa ini menuntut penjagaan seluruh anggota tubuh, seperti mata, telinga, mulut, tangan, dan kaki, dari segala bentuk perbuatan yang diharamkan atau dilarang. Contoh dari puasa tarekat mencakup menghindari sikap sombong, merasa lebih unggul, riya (pamer), berdusta, serta melakukan gibah (menggunjing) dan namimah (adu domba).

Setelah pemaparan, sesi diskusi interaktif berlangsung dengan antusias. Para jemaah aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan KH. Syamsul Yakin mengenai berbagai aspek ibadah puasa, mulai dari persiapan mental dan spiritual hingga tips menjalani puasa dengan penuh keberkahan.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Rahman, dilanjutkan dengan sesi dokumentasi dan ramah tamah antara peserta dan pemateri. Para jamaah pun mengungkapkan rasa syukur atas ilmu yang diperoleh dalam kegiatan ini, yang diharapkan dapat menambah semangat dalam menyambut Ramadan. Dengan terselenggaranya bedah buku ini, diharapkan para jamaah semakin memahami esensi puasa dan mampu mengamalkannya dengan lebih baik, sehingga Ramadhan tahun ini menjadi lebih bermakna dan penuh keberkahan.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense