BREAKING NEWS
 

Pengelolaan Zakat Profesional Ciptakan Kepercayaan Publik dan Gerakkan Ekonomi

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 25 April 2025 16:55 WIB
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Prof Waryono Abdul Ghafur (Foto: Dok. Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penghimpunan zakat LAZ Rabbani meningkat dari Rp 1,5 miliar pada tahun 2021 menjadi Rp11,8 miliar di tahun 2024. Untuk tahun berjalan 2025, sejauh telah mencapai Rp 6,8 miliar.

"Ini bukti bahwa pengelolaan zakat yang profesional mampu menciptakan kepercayaan publik dan menggerakkan transformasi sosial,” ucap Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag), Prof Waryono Abdul Ghafur, saat meninjau langsung Program Pemberdayaan Ekonomi Mustahik yang dijalankan LAZ Rabbani, termasuk pelatihan digital marketing dan peternakan domba, di Desa Tapos Dua serta bootcamp UMKM di Hotel Swiss-Belcourt, Kabupaten Bogor, seperti keterangan yang diterima redaksi, Jumat (25/4/2025).

Dalam kesempatan itu, Prof Waryono memberikan apresiasi atas langkah nyata Rabbani dalam menciptakan kemandirian ekonomi bagi mustahik. “Kita tidak bisa memandang kemiskinan sebagai takdir semata. Kemiskinan, jika tidak diberdayakan, bisa menggiring pada kekufuran. Maka zakat harus hadir sebagai kekuatan penggerak ekonomi umat,” ujarnya.

Baca juga : Presiden Prabowo Gunakan Pendekatan Civilian Bangun Kerukunan Bangsa

Salah satu program unggulan yang ditinjau adalah peternakan domba hasil kolaborasi LAZ Rabbani dan DPMA IPB University di bawah koordinasi Dr. Bramada Winiar Putra. Program ini menghasilkan rata-rata 700 ekor per tahun dari domba jenis crossbreed Merino, yang dikenal produktif dan tahan iklim. Tak hanya menghasilkan daging untuk kebutuhan qurban, kotoran domba juga diolah menjadi pupuk kompos yang mendukung sektor pertanian lokal.

Adsense

LAZ Rabbani juga melengkapi upaya pemberdayaan dengan pelatihan teknisi AC, penyediaan air bersih untuk 500 kepala keluarga, pemberdayaan mustahik disabilitas, hingga bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang direkomendasikan Dinas Sosial Kabupaten Bogor.

“Zakat harus dimaknai sebagai kekuatan ekonomi. Kementerian Agama mendorong LAZ untuk memperluas peran mereka dalam pemberdayaan masyarakat, bukan hanya fokus pada penghimpunan,” kata Prof Waryono.

Baca juga : Terbang Ke Banyuasin, Presiden Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia Menanam

Dari sisi tata kelola, LAZ Rabbani telah memiliki 34 SOP penghimpunan dan penyaluran, menyediakan 18 produk berbasis syariah, serta diaudit oleh Itjen Kemenag dengan predikat baik. Seluruh amilnya juga telah tersertifikasi.

Prof Waryono mengajak seluruh elemen umat untuk bersatu dalam gerakan kebangkitan ekonomi berbasis zakat. “Mari kita bangun ukhuwah iqtishodiyah (persaudaraan ekonomi) untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berkeadilan,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua DPS LAZ Rabbani Ust Erwandi Tarmizi, Ihsan N. Fadli, Komandan Batalyon POMAD Jonggol Letkol CPM Mochamad Nurul Ihsan, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bogor Syukri Ahmad Fanani, perwakilan Kanwil Kemenag Jawa Barat Mohamad Rifa’i.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense