Indonesia merupakan negeri kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau. Tak ayal hal ini membuat Indonesia dikenal dunia akan kemajemukannya, termasuk dalam hal bahasa. Data 27th of Ethnologue, mencatat bahwa terdapat 704 bahasa daerah yang digunakan oleh berbagai suku bangsa di Tanah Air. Kekayaan linguistik ini menempatkan Indonesia di posisi teratas di Asia Tenggara dan posisi kedua di dunia, di bawah Papua Nugini.
Namun, di balik keberagaman bahasa yang luar biasa ini, fakta ironis justru muncul. Di Indonesia penggunaan bahasa daerah terus mengalami penurunan drastis, terutama di kalangan generasi muda.
Faktor-Faktor Lunturnya Bahasa Daerah
Baca juga : Industri Padat Karya Tertekan, Pemerintah Siapkan Insentif Dan Deregulasi

Menurut data Badan Pusat Statistik Indonesia, berdasarkan pada sensus penduduk (SP) pada tahun 2020, diketahui bahwa tingkat penggunaan bahasa daerah di Indonesia kian menurun per-generasi. Dalam data di atas dapat dilihat bahwa tingkat penggunaan bahasa daerah pada dua generasi paling muda, yaitu Post-gen Z atau kelompok yang lahir pada 2013 ke atas dengan presentase penggunaan bahasa daerah hanya 61 persen yang kemudian disusul Gen z yaitu kelompok yang terlahir pada 1997-2012 dengan presentase 70 persen.
Presentase penggunaan bahasa daerah yang dicatat Badan Pusat Statistik, cenderung lebih tinggi pada generasi-generasi sebelum generasi muda. Generasi tertua yaitu, generasi Pre-boomer dan Boomer menempati peringkat tertinggi pada chart. Yaitu Generasi Pre-boomer sebanyak 80,32 persen dan Generasi Boomer sebanyak 80 persen.
Penurunan penggunaan bahasa daerah pada generasi muda lebih rentan terjadi, mengingat pada era modernisasi ini perubahan demograsi menjadi suatu hal yang lazim. Mobilisasi dan urbanisasi lebih sering terjadi, sehingga penggunaan bahasa nasional lebih ditekankan dalam berkomunikasi, baik di lingkungan maupun di keluarga. Selain itu perkembangan teknologi yang semakin pesat juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab lainnya. Dominasi bahasa asing pada gawai maupun komputer dapat melunturkan minat generasi muda untuk mempelajari bahasa ibu-nya sendiri dan beralih minat mempelajari bahasa asing.
Dampak Penurunan Penggunaan Bahasa Daerah
Baca juga : Medsos Hingga Situs Judol Ramaikan Pemilihan Paus
Merujuk pada data Badan Pusat Statistik di atas. bukan tidak memungkinkan jika akan terus terjadi penurunan yang signifikan pada penggunaan bahasa daerah akan terus terjadi pada generasi-generasi mendatang dan tentunya akan berdampak buruk bagi Indonesia. Bahasa daerah sebagai identitas lokal masyarakat Indonesia bisa saja punah apabila hal ini terus terjadi.
Peta kebahasaan di Indonesia yang ditulis Moseley dan dicatat pada UNESCO menunjukkan bahwa dari ratusan bahasa yang ada di Indonesia eksistensinya perlahan terus memudar. Hal ini diakibatkan oleh jumlah penuturnya yang semakin sedikit, yang hal tersebut menekan jumlah penggunaan bahasa itu sendiri.
Bagaimana Kita Dapat Melestarikan Bahasa Daerah?
Baca juga : ERIA Gelar Seminar Bahas Kiprah Indonesia dalam Perdamaian Kamboja
Fenomena lunturnya penggunaan bahasa daerah merupakan ironi yang menyedihkan bagi bangsa yang menjunjung tinggi semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Bahasa adalah bagian integral dari budaya; jika suatu bahasa punah, maka lenyap pula cerita, pengetahuan lokal, serta nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat untuk mencegah kepunahan bahasa daerah? Sudah sepatutnya kita mengambil tindakan nyata untuk menjaga kelestariannya. Upaya tersebut dapat dimulai dari lingkungan terkecil, seperti keluarga dan tetangga. Kita bisa mulai menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari. Karena pada akhirnya, tanggung jawab untuk melestarikan bahasa daerah merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.