Dark/Light Mode

ERIA Gelar Seminar Bahas Kiprah Indonesia dalam Perdamaian Kamboja

Rabu, 30 April 2025 08:34 WIB
seminar bertajuk Peran Indonesia dalam Proses Perdamaian Kamboja, di Kantor ERIA, Jakarta. (Foto: Dok. ERIA)
seminar bertajuk Peran Indonesia dalam Proses Perdamaian Kamboja, di Kantor ERIA, Jakarta. (Foto: Dok. ERIA)

RM.id  Rakyat Merdeka - ERIA School of Government (SOG) menyelenggarakan seminar bertajuk "Peran Indonesia dalam Proses Perdamaian Kamboja", di Kantor ERIA, Jakarta. Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menuju ERIA Leadership Lecture yang akan menghadirkan Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Hun Sen, Presiden Senat Kerajaan Kamboja, pada 6 Mei 2025.

Seminar ini menyoroti peran penting Indonesia dalam mendorong perdamaian dan stabilitas di Kamboja pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an, khususnya melalui diplomasi “cocktail party” dan penyelenggaraan Jakarta Informal Meetings (JIM). Diplomasi aktif Indonesia dan upaya multilateralnya menjadi kunci dalam membangun fondasi rekonsiliasi jangka panjang di Kamboja, sekaligus menegaskan peran sentral ASEAN sebagai motor penggerak stabilitas kawasan.

Dalam sambutan pembuka, Dekan ERIA School of Government, Prof Nobuhiro Aizawa, menekankan kontribusi besar Indonesia, khususnya melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Baca juga : Menag Imbau Umat Muslim Indonesia Tak Nekat Berhaji Tanpa Visa Resmi

"Inisiatif Indonesia dalam proses perdamaian Kamboja merupakan contoh monumental tentang bagaimana diplomasi konstruktif dan kepemimpinan visioner dapat menciptakan stabilitas dan perdamaian di tengah situasi konflik," ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (30/4/2025).

Upaya diplomasi Indonesia diawali oleh mendiang Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja, yang memprakarsai pendekatan informal. Kemudian dilanjutkan Menteri Luar Negeri Ali Alatas melalui kepemimpinan dalam Jakarta Informal Meetings (JIM), yang menjadi tonggak bersejarah dalam proses perdamaian.

Jenderal LB Moerdani, selaku Menteri Pertahanan saat itu, turut memainkan peran strategis dengan membangun komunikasi dengan pihak Vietnam dan memperkuat posisi ASEAN melalui diplomasi militer yang terukur.

Baca juga : Menko PMK Tegaskan Pentingnya Kesiapan Indonesia Hadapi Disrupsi AI

Seluruh inisiatif diplomatik tersebut menjadi landasan penting bagi terciptanya stabilitas kawasan Asia Tenggara. Prof Aizawa menegaskan, berbeda dengan banyak kawasan lain yang masih menghadapi tantangan sengketa wilayah dan ketegangan geopolitik, Asia Tenggara berhasil membangun stabilitas jangka panjang melalui pendekatan regional kolektif. "Indonesia memainkan peran sentral dalam mendorong kolaborasi tersebut," imbuhnya.

Seminar ini merupakan bagian dari inisiatif ERIA untuk memperkuat memori institusional Asia Tenggara melalui Leadership Lecture Series. Edisi kedua seri ini akan menghadirkan Samdech Akka Moha Sena Padei Techo Hun Sen, yang dalam pidatonya pada 6 Mei 2025, akan berbagi refleksi tentang kepemimpinannya dalam mewujudkan perdamaian dan rekonsiliasi nasional di Kamboja, di tengah dinamika geopolitik yang kompleks. Pengalamannya diharapkan dapat menjadi pembelajaran berharga bagi para pembuat kebijakan, akademisi, dan pemimpin muda di kawasan.

ERIA Leadership Lecture Series pertama kali diadakan pada 18 September 2024, dengan menghadirkan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai pembicara perdana. Seri ini menjadi wadah diskusi tingkat tinggi mengenai kepemimpinan, pemerintahan, dan kerja sama kawasan di Asia Tenggara, sekaligus memperkaya warisan intelektual dan diplomatik regional.

Baca juga : USNI Gelar Seminar Internasional, Bedah BRICS Hingga Diplomasi Kopi

Melalui seminar ini dan ceramah kepemimpinan mendatang, ERIA School of Government menegaskan komitmen untuk terus memperdalam pemahaman terhadap perjalanan Asia Tenggara menuju perdamaian, stabilitas, dan kerja sama kawasan yang erat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.