RM.id Rakyat Merdeka - Tenda-tenda untuk wukuf bagi jemaah haji Indonesia di Padang Arafah sudah siap. Kamis (15/5/2025), Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memeriksa tenda-tenda tersebut, untuk memastikan semua fasilitas tersedia dan berfungsi dengan baik.
Pengecekan dipimpin Tenaga Ahli Menteri Agama Bunyamin Yafid dan Kepala Bidang Perlindungan Jamaah PPIH Arab Harun al-Rasyid. Rombongan tiba di Arafah sekitar pukul 09.20 waktu Arab Saudi atau 13.20 waktu Jakarta.
Tenda-tenda putih yang berukuran besar sudah berdiri kokoh di atas paving block. Sebagian tenda sudah dirapikan. Lantainya dilapisi karpet permadani berkelir merah yang tebal dan empuk. Kasur-kasur dengan sprei dan bantal putih sudah tersusun rapi.
Ukuran kasur sekitar 200 centimeter x 90 centimeter. Jarak antar kasus sekitar 50 centimeter. Kasurnya terbuat dari busa yang lumayan tebal, sekitar 10-15 centimeter. Di setiap kasur disediakan satu bantal bersarung putih dan selimut berwarna hijau yang masih dilipat rapi. Setiap tenda dilengkapi pendingin ruangan dipasang di sisi kiri dan kanan.
Baca juga : 2 Peleton TNI Gantian Jaga Kejaksaan Agung
Di luar tenda, terdapat pipa hydrant berwarna merah. Di beberapa dinding luar tenda juga terdapat tabung alat pemadam api ringan (APAR).
Tak ketinggalan, toilet untuk jemaah haji pun sudah mulai disiapkan. Tim PPIH dan Media Center Haji (MCH) mengecek toilet Nomor 108266. Terdapat 10 pintu. Ada toilet duduk ada juga toilet jongkok. Masing-masing disediakan keran dan selang air untuk menyiram. Airnya lancar.
Di sebelahnya, terdapat tempat wudhu dengan enam keran. Aliran air wudhu langsung dari tandon air ukuran besar, tepat di sebelah keran tersebut. Di tandon air itu langsung dialirkan air melalui tiga keran.
Di bagian akses masuk, terdapat dua orang petugas yang sedang memasang ornamen pintu gerbang. Hal ini untuk memudahkan jemaah dalam mengenali akses masuk ke tenda.
Baca juga : Ekspor Beras Tunggu Persetujuan Presiden
Dalam pelaksanaan haji 2025, Indonesia telah mendapatkan slot di kompleks 101 Al Rifadah. Di sisi pintu masuk tenda, tertulis nomor dan syarikah yang menaungi. "Yang kita datangi ini, kompleks Indonesia," ujar Harun.
Jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai bergerak masuk Arafah untuk wukuf mulai 4 Juni 2025. Setelah wukuf, jemaah akan bergerak ke Muzdalifah untuk mabit (bermalam), lalu berangkat menuju lokasi Mina untuk mabit dan melempar jumrah.
Selain di Arafah, sepanjang jalan menuju Muzdalifah dan Mina juga terlihat mulai ada persiapan. Pemerintah Arab Saudi memperbaiki jalan untuk memperlancar pergerakan saat mabit sampai melempar jumrah.
Untuk kelancaran puncak haji, Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan skema murur untuk jemaah lansia dan disabilitas di Muzdalifah. Dalam skema ini, para lansia dan disabilitas tidak turun di Muzdalifah. Mereka akan mabit di dalam bus. Saat melewati Muzdalifah, bus akan berjalan pelan, untuk menyempurnakan mabit para jemaah di dalamnya. Rencananya, sebanyak 25 persen dari total 203.320 orang jemaah haji reguler akan diikutkan skema ini.
Baca juga : Golkar Gandeng KPK Bahas Format Pembiayaan Politik
Kemenag juga menyiapkan skema tanazul untuk mengurangi kepadatan saat mabit di Mina. Dalam skema ini, sebagian jemaah tidak bermalam di tenda Mina, melainkan kembali ke hotel yang ada di sekitar Mina. Pemerintah menargetkan sekitar 37 ribu jemaah diikutkan skema tanazul.
Jemaah tanazul akan dibawa lagi ke Mina untuk melempar jumrah sesuai dengan jadwal. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan delapan syarikah atau perusahaan layanan haji untuk kelancaran skema murur dan tanazul.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.