BREAKING NEWS
 

Pasbata Bantu Efendi, Bocah yang Rawat Orang Tua, Agar Tetap Kejar Sekolah

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 20 Maret 2026 13:49 WIB
Foto: Pasbata.

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah keterbatasan dan tanggung jawab besar di usia belia, Ahmad Tri Efendi (10) tetap berjuang merawat kedua orang tuanya yang sakit.

Kondisi ini mengetuk kepedulian Pasukan Bawah Tanah (Pasbata) Prabowo wilayah Gunungkidul untuk turun tangan memastikan masa depan Fendi tidak terhenti.

Pasbata mendatangi rumah Fendi di Jeruken, Girisekar, Panggang, sebagai bentuk kepedulian terhadap bocah yang terpaksa putus sekolah demi merawat kedua orang tuanya.

Dalam kunjungan tersebut, Pasbata memberikan dukungan moril dan materiil kepada Fendi dan keluarganya. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok seperti beras, minyak, serta kebutuhan harian lainnya.

Rombongan juga bertemu langsung dengan Slamet, ayah Fendi, untuk memberikan semangat serta mendorong agar Fendi tetap dapat melanjutkan pendidikannya di tengah kondisi keluarga yang sulit.

Baca juga : Costa Rica Negara Paling Bahagia Di Dunia, Cetak Rekor Setelah 14 Tahun

Fendi diketahui merawat ibunya yang lumpuh akibat stroke dan gangguan saraf, serta ayahnya yang juga mengalami gangguan saraf.

Di usia yang masih belia, ia menjalani hari-hari dengan penuh tanggung jawab, mulai dari memberi minum hingga menjaga ibunya hingga larut malam.

Ketua DPC Pasbata Prabowo Gunungkidul, Martin, menegaskan pihaknya tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut.

“Kami hadir untuk Efendi. Jangan sampai ada anak Indonesia yang kehilangan masa depan hanya karena kondisi keluarga. Ini panggilan kemanusiaan,” ujar Martin, Kamis (19/3/2026).

Adsense

Pasbata Prabowo Gunungkidul juga mendorong agar Fendi dapat kembali bersekolah dan menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait.

Baca juga : 108 Siswi Tewas, Presiden Iran Kecam Serangan AS-Israel Ke Sekolah

“Kami siap membantu mencarikan solusi terbaik, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan keluarganya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah menyatakan komitmen untuk membantu Fendi kembali bersekolah melalui pendekatan khusus, sekaligus memastikan kedua orang tuanya mendapatkan penanganan kesehatan yang layak.

Ketua RT setempat, Wahono, mengungkapkan Fendi sempat bersekolah. Namun saat naik dari kelas satu ke kelas dua, kondisi ibunya memburuk, dari kebutaan hingga gangguan saraf yang berujung lumpuh.

“Karena ibunya sakit, Fendi berhenti sekolah. Tidak ada dukungan dari orang tua karena keduanya sakit,” jelas Wahono. I

a juga menyebut Fendi menjadi sosok yang paling aktif merawat ibunya. “Fendi selalu merawat ibunya, memegangi, memberi minum. Kehadirannya bisa membuat ibunya tersenyum,” tambahnya.

Baca juga : Bank Aladin Syariah Salurkan Beasiswa Untuk Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera

Berbagai upaya telah dilakukan agar Fendi kembali bersekolah, mulai dari keluarga, pihak sekolah, hingga warga.

Bahkan, terdapat tawaran sekolah gratis di panti asuhan di Bantul. Namun Fendi menolak karena tidak ingin jauh dari ibunya.

“Kalau di panti pulangnya beberapa bulan sekali. Fendi tidak mau jauh dari ibunya,” kata Wahono.

Aksi ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan semangat gotong royong untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan masa depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense