BREAKING NEWS
 

Lapas Ciangir: Replika Suksesnya Transformasi Nusakambangan

Reporter & Editor :
ANGGOWO ADI SEPTANINGRAT
Kamis, 9 Juli 2026 21:39 WIB
(Kedua dari kanan) Kakanwil Ditjenpas Banten, Lili dan Kalapas Terbuka Ciangir sedang memetik mentimun di area perkebunan. Foto: GO/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Ribuan ayam tampak berkokok bahagia kala rombongan media dan jajaran Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Publik (Pusdatin) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2026).

Di sudut lain, sejumlah warga binaan tampak memandikan sapi, memberi pakan kambing dan domba, memanen mentimun, hingga mengangkut hasil pertanian. Pemandangan ini jauh dari kesan jeruji besi. Lapas Ciangir kini menjelma menjadi kawasan pembinaan produktif yang memadukan ketahanan pangan dengan pemberdayaan warga binaan.

Lapas Ciangir menjadi salah satu lumbung ketahanan pangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Di atas lahan sekitar 23 hektare, hampir seluruh area dimanfaatkan untuk peternakan, persawahan, dan perkebunan sebagai implementasi 15 Program Aksi Menteri Imipas Agus Andrianto dalam mendukung Asta Cita Presiden di bidang ketahanan pangan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten, Lili, mengatakan pengembangan Lapas Ciangir bagaikan penguatan konsep pembinaan produktif yang telah sukses diterapkan di Nusakambangan.

"Ini replika Nusakambangan. Kami ingin menunjukkan bahwa lapas bukan hanya tempat menjalani pidana, tetapi juga pusat pembinaan yang produktif, mendukung ketahanan pangan, sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan agar siap kembali ke masyarakat," ungkap Lili.

Kepala Lapas Terbuka Ciangir, Soestanto Poedji Djatmiko, menjelaskan hampir seluruh lahan tidur kini telah dioptimalkan menjadi kawasan pertanian dan peternakan.

Baca juga : OTT Kuansing, KPK Amankan Transaksi Keuangan dan Mobil

"Saat ini dengan ketahanan pangan yang digaungkan Bapak Menteri, hampir mayoritas lahan di Lapas Terbuka Ciangir termanfaatkan dengan baik. Dukungan beliau sangat besar untuk mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah melalui Asta Cita," terang pria ganteng yang akrab disapa Tanto itu.

Peternakan ayam petelur menjadi usaha unggulan. Selain itu, Lapas Ciangir juga mengembangkan budidaya ayam kampung, pembesaran sapi pedaging, domba, kambing, bebek, persawahan, hingga perkebunan sayuran seperti mentimun, terong, pakcoy, dan bayam.

Hasilnya pun tak main-main. Produksi telur kini mencapai sekitar 860 kilogram per hari. Telur-telur tersebut dipasarkan ke Jakarta dan sekitarnya, bahkan mulai memasok kebutuhan sejumlah hotel di kawasan Kemayoran dengan harga mengikuti mekanisme pasar.

Tak hanya telur, hasil peternakan lain juga memberi nilai ekonomi. Menjelang Idul Adha lalu, Lapas Ciangir berhasil menjual sekitar 25 ekor domba dan 11 ekor sapi. Sementara dari sektor pertanian, areal persawahan menghasilkan sekitar 10 ton gabah basah setiap musim tanam atau sekitar 20 ton per tahun dengan dua kali masa tanam.

Adsense

Namun, keberhasilan Lapas Ciangir bukan semata soal angka produksi. Di balik setiap panen, ada proses pembinaan yang menjadi inti pemasyarakatan.

Saat ini terdapat 50 warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian. Seluruhnya merupakan warga binaan yang telah melalui asesmen ketat oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas). Mereka dipilih berdasarkan masa pidana yang segera berakhir, perilaku yang baik, serta minat dan bakat di bidang pertanian maupun peternakan. Dalam waktu dekat, jumlah peserta akan ditambah sekitar 20 orang.

Baca juga : Menteri Maman Siapkan 3 Jurus Percepat Transformasi Usaha Mikro

Lili menegaskan tidak semua warga binaan dapat mengikuti program di Lapas Terbuka Ciangir.

"Mereka sudah melalui asesmen yang sangat ketat. Kami lihat minat dan bakatnya, tingkat emosinya, perilakunya, hingga kesiapan untuk mengikuti pembinaan. Jadi yang bekerja di sini benar-benar warga binaan terpilih," ujarnya.

Sebagai bentuk penghargaan atas hasil kerja mereka, warga binaan juga memperoleh premi sesuai produktivitas. Sebagian digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sedangkan sisanya ditabung sebagai bekal saat kembali ke masyarakat.

"Ini yang menjadi penyemangat warga binaan. Mereka mendapat premi sesuai hasil kerjanya," kata Lili.

Bak keluarga, Kalapas Terbuka Ciangir, Soestanto Poedji Djatmiko berbagi cerita budidaya dengan seorang warga binaan.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Yusuf (26), warga binaan kasus pencurian yang setiap hari merawat ribuan ayam petelur. Mulai dari memberi pakan, memantau kesehatan ayam, hingga memanen telur.

Setiap bulan Yusuf menerima premi sekitar Rp 800 ribu. Sebagian digunakan untuk kebutuhan harian seperti kopi dan uang jajan, sementara sisanya disimpan sebagai tabungan.

Baca juga : Wamenkop Tekankan Pentingnya Transformasi Digital Dalam Tata Kelola Koperasi

"Selama di sini saya belajar banyak hal positif. Saya jadi tahu cara memelihara ayam, mengenali ayam yang sakit, sampai cara merawatnya. Nanti setelah pulang saya ingin mengembangkan ilmu ini," ujarnya.

Semangat serupa dimiliki Mukriji, warga binaan kasus penyalahgunaan narkotika yang dipercaya mengelola peternakan domba. Ia mengaku kini memahami cara memberi pakan hingga mengobati ternak yang sakit dan bercita-cita membuka usaha peternakan setelah bebas nanti.

Bagi Tanto, inilah makna sesungguhnya dari pemasyarakatan. Lapas tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembelajaran agar warga binaan kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan dan penghasilan.

Di balik hamparan sawah, kandang sapi, domba, dan ribuan ayam petelur, Lapas Terbuka Ciangir membuktikan bahwa pembinaan yang tepat tidak hanya menghasilkan ratusan kilogram telur, puluhan ton gabah, dan ternak berkualitas, tetapi juga memanen harapan, membangun kepercayaan diri, serta memberi kesempatan kedua bagi warga binaan untuk memulai hidup yang lebih mandiri dan produktif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense