BREAKING NEWS
 

Harmoni Tak Bisa Dianggap Abadi, Madam Halimah: Setiap Generasi Harus Menjaganya

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 15 Juli 2026 21:20 WIB
Harmony in Diversity Award perdana dianugerahkan kepada Cardinal Orlando Beltran Quevedo, O.M.I., Archbishop Emeritus of Cotabato.

RM.id  Rakyat Merdeka - Patron Harmony in Diversity Award, Madam Halimah Yacob, mengingatkan bahwa harmoni di tengah keberagaman tidak akan terjaga dengan sendirinya. Menurutnya, setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk terus merawat kebersamaan melalui dialog, saling menghormati, dan membangun kepercayaan antarkelompok.

Pesan tersebut disampaikan Madam Halimah saat membuka penyelenggaraan perdana Harmony in Diversity Award Ceremony di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

"Harmoni bukanlah sesuatu yang dapat kita anggap akan selalu ada. Setiap generasi harus secara sadar berupaya memelihara dan memperkuatnya," ujar Madam Halimah.

Sebelum menghadiri acara, mantan Presiden Singapura itu mengunjungi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Menurutnya, terowongan tersebut menjadi simbol nyata harmoni antarumat beragama sekaligus cerminan komitmen Indonesia dalam menjaga kehidupan damai di tengah keberagaman.

Terinspirasi dari kunjungan tersebut, Madam Halimah mengatakan harmoni dibangun melalui tindakan sederhana yang dilakukan setiap hari, seperti saling menyapa, mendengarkan, menghormati, dan membangun hubungan di tengah berbagai perbedaan.

Ia menilai pesan itu semakin relevan ketika dunia saat ini semakin terhubung, tetapi juga menghadapi polarisasi yang semakin tajam.

Baca juga : Mardani Ali Sera: Pemerintah Pusat Harus Ikut Bantu

"Selama beberapa generasi, masyarakat kita telah menunjukkan bahwa hidup berdampingan dengan saling menghormati tetap memungkinkan tanpa harus mengorbankan identitas masing-masing. Harmoni adalah kemampuan menghormati perbedaan sekaligus menyadari bahwa kita memiliki kemanusiaan yang sama," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Harmony in Diversity Award perdana dianugerahkan kepada Cardinal Orlando Beltran Quevedo, O.M.I., Archbishop Emeritus of Cotabato, Filipina, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya selama puluhan tahun membangun dialog lintas agama dan perdamaian di Mindanao.

Madam Halimah menilai perjalanan Cardinal Orlando mencerminkan filosofi Dialogue of Life, yakni keyakinan bahwa harmoni tumbuh dari hubungan sederhana yang dibangun setiap hari antara masyarakat dengan latar belakang agama dan budaya yang berbeda.

"Individu maupun organisasi yang kita beri penghargaan hari ini mengingatkan kita bahwa harmoni dibangun melalui pilihan-pilihan sederhana setiap hari: mendengarkan, menghormati, dan membangun jembatan di tengah berbagai perbedaan," ujarnya.

Adsense

Penghargaan tersebut diprakarsai Temasek Foundation bekerja sama dengan 5P Global Movement sebagai supporting secretariat. Program ini ditujukan untuk memberikan apresiasi kepada individu-individu di Asia Tenggara yang berkontribusi besar dalam membangun harmoni di tengah masyarakat yang beragam.

Melalui penghargaan tersebut, penyelenggara berharap semakin banyak tokoh dan organisasi yang terinspirasi untuk memperkuat dialog, membangun saling pengertian, dan memperluas kolaborasi lintas komunitas di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga : Kejagung Tahan Bos Tambang Kalbar di Kasus Korupsi Bauksit Ilegal

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut baik penyelenggaraan perdana Harmony in Diversity Award. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi inisiatif regional yang memperkuat nilai-nilai kemanusiaan sebagai perekat masyarakat Asia Tenggara yang kaya akan keberagaman budaya dan agama.

Ia menilai kiprah Cardinal Orlando di Mindanao membuktikan bahwa perdamaian dapat dibangun melalui kasih sayang, rekonsiliasi, serta penghormatan terhadap martabat dan hak-hak dasar setiap manusia.

Sementara itu, Executive Director dan Chief Executive Officer Temasek Foundation Ng Boon Heong mengatakan penghargaan tersebut diharapkan menjadi platform regional yang berkelanjutan untuk menghubungkan individu dan organisasi yang membangun jembatan antarkomunitas.

Merujuk kunjungan Madam Halimah ke Terowongan Silaturahmi, Ng mengatakan bangunan tersebut bukan sekadar landmark, melainkan simbol tujuan utama penghargaan tersebut.

"Terowongan itu lebih dari sekadar sebuah landmark. Terowongan tersebut merepresentasikan tujuan kita hari ini. Meskipun kita berasal dari agama, budaya, dan komunitas yang berbeda, kemanusiaan kita bersama adalah jembatan yang menghubungkan kita semua," ujarnya.

Pendiri 5P Global Movement M. Arsjad Rasjid P.M. menambahkan, penghargaan ini bukan sekadar apresiasi kepada satu tokoh, tetapi juga penghormatan bagi banyak individu di Asia Tenggara yang setiap hari membangun rasa saling percaya melalui tindakan sederhana.

Baca juga : Kowani Tegaskan Legalitas Dewan Pimpinan, Minta Hentikan Informasi Menyesatkan

"Kami berharap Harmony in Diversity Award dapat menginspirasi semakin banyak individu, organisasi, dan institusi untuk terus mendorong dialog dan saling pengertian di seluruh kawasan," katanya.

Menerima penghargaan tersebut, Cardinal Orlando Beltran Quevedo mendedikasikannya kepada para pegiat perdamaian, pemimpin agama, dan masyarakat yang selama ini bekerja tanpa lelah membangun keharmonisan di tengah berbagai perbedaan.

Penyelenggaraan perdana Harmony in Diversity Award diawali dengan proses nominasi regional yang menerima lebih dari 70 nominasi dari berbagai negara di Asia Tenggara. Hal itu menunjukkan besarnya komitmen masyarakat kawasan dalam memperkuat perdamaian, dialog, dan harmoni di tengah keberagaman.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense