RM.id Rakyat Merdeka - Tim peneliti Program Studi Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama masyarakat Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, mengembangkan kurikulum Desa Wisata Edukatif berbasis aset komunitas. Kurikulum ini disiapkan untuk mengubah konsep wisata konvensional menjadi pengalaman belajar yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.
Penyusunan kurikulum merupakan hasil riset yang dipimpin akademisi Pendidikan Masyarakat FIP UNJ, Adi Irvansyah, bersama anggota tim Puji Hadiyanti, Karta Sasmita, dan Fera Kuraysiah.
Adi mengatakan, pengembangan desa wisata tidak lagi hanya berfokus pada keindahan alam, tetapi juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui potensi yang dimiliki desa.
Baca juga : Kemenkop Dialog Dengan 10 Asosiasi Desa Tuntaskan Berbagai Persoalan KDKMP
"Kami ingin masyarakat setempat bukan sekadar penonton di wilayah mereka sendiri. Masyarakat desa adalah sumber daya insani yang mampu mempromosikan budaya sekaligus menjaga kelestarian alam mereka," ujar Adi dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).
Berbeda dengan pengembangan desa wisata pada umumnya, kurikulum ini disusun menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) atau Komunikasi Berbasis Aset Komunitas. Pendekatan tersebut mengutamakan pengembangan potensi yang telah dimiliki masyarakat dibanding berfokus pada berbagai persoalan yang ada.
Penyusunannya juga dilakukan secara partisipatif melalui dialog bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Edukatif Sukaharja. Keterlibatan warga sejak awal diharapkan menghasilkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan, karakter, dan potensi desa sehingga dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Baca juga : YTBN Kebut Pembangunan Jaringan Air Bersih Di Adonara Flores
Desa Sukaharja memiliki berbagai potensi wisata alam, seperti kawasan Curug dan Gunung Batu, serta kekayaan budaya lokal yang masih terjaga. Beragam potensi tersebut kemudian dirancang menjadi materi pembelajaran yang dapat dinikmati wisatawan.
Melalui konsep tersebut, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar mengenai budaya, lingkungan, dan kehidupan masyarakat setempat.
Tim peneliti berharap kurikulum Desa Wisata Edukatif menjadi langkah strategis bagi Kecamatan Sukamakmur dalam mengembangkan pariwisata yang ramah lingkungan, edukatif, dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Baca juga : UI Kembangkan Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas Di Rusunawa KS Tubun
Selain memperkuat sektor pariwisata, model ini diharapkan mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga melalui pemanfaatan aset lokal secara berkelanjutan.
Kolaborasi antara akademisi UNJ dan masyarakat Desa Sukaharja juga diharapkan menjadi model pengembangan desa wisata berbasis potensi komunitas yang dapat diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.