Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
TKDN Kendaraan Listrik Digenjot, RI Siap Jadi Basis Produksi EV Global
Kamis, 23 April 2026 15:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada industri kendaraan listrik sebagai strategi menjadikan Indonesia basis produksi electric vehicle (EV) global.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta mengatakan, penguatan TKDN menjadi kunci agar investasi di sektor kendaraan listrik tidak hanya berhenti pada tahap perakitan, tetapi juga menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
“Kami ingin investasi kendaraan listrik berkembang hingga ke pendalaman struktur industri, termasuk baterai, komponen utama, dan rantai pasok nasional,” ujar Setia dalam diskusi Forum Wartawan Industri (Forwin) di Jakarta, Rabu (22/4/2025)
Baca juga : Audiensi Dengan Gibran, Ipemi Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Pemerintah menargetkan peningkatan TKDN kendaraan listrik berbasis baterai secara bertahap, yakni minimal 40 persen hingga 2026, meningkat menjadi 60 persen pada periode 2027–2029, dan mencapai 80 persen mulai 2030.
Menurut Setia, Indonesia memiliki keunggulan strategis dalam pengembangan industri kendaraan listrik, terutama dari sisi ketersediaan sumber daya nikel sebagai bahan baku utama baterai.
Selain itu, ekosistem industri kendaraan listrik nasional juga terus berkembang, mulai dari pemurnian bahan baku, produksi sel baterai dan battery pack, hingga perakitan kendaraan dan daur ulang baterai.
Baca juga : Lotte Chemical Prioritaskan Pasokan Domestik Di Tengah Krisis Global
Berdasarkan data Kemenperin, saat ini terdapat 14 perusahaan perakitan mobil listrik dengan kapasitas produksi mencapai 409.860 unit per tahun. Selain itu, terdapat 68 perusahaan sepeda motor listrik dengan kapasitas 2,51 juta unit per tahun, serta sembilan produsen bus listrik dengan kapasitas 4.100 unit per tahun.
Total investasi di sektor kendaraan listrik tercatat telah mencapai sekitar Rp 25,67 triliun, mencerminkan tingginya minat investor terhadap pengembangan industri ini di Indonesia.
Setia menegaskan, transformasi menuju kendaraan listrik merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mendorong ekonomi hijau sekaligus meningkatkan daya saing manufaktur nasional.
Baca juga : Teheran Dan Pilihan Dialog Di Tengah Krisis Global
“Kami optimistis Indonesia dapat menjadi pusat produksi kendaraan listrik di kawasan, bahkan sebagai basis ekspor global,” katanya.
Kemenperin juga terus memperkuat kebijakan pendukung, termasuk roadmap kendaraan rendah emisi karbon, pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB), serta pemberian insentif industri.
Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, peningkatan permintaan domestik, dan masuknya investasi baru, Indonesia diyakini mampu mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik sekaligus memperkuat posisi di rantai pasok global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya