Dark/Light Mode

Guru Besar UI Kembangkan Pelumas dari Minyak Nabati, Solusi Ramah Lingkungan

Senin, 4 Mei 2026 20:33 WIB
Guru Besar UI Kembangkan Pelumas dari Minyak Nabati, Solusi Ramah Lingkungan

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebagian besar mesin industri dan kendaraan saat ini masih bergantung pada pelumas berbasis minyak bumi yang sulit terurai. Menjawab tantangan lingkungan tersebut, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Prof. Dr. Ir. Sukirno, M.Eng., menawarkan inovasi pelumas berbasis minyak nabati sebagai alternatif yang berkelanjutan.

Inovasi tersebut disampaikan Prof. Sukirno dalam orasi ilmiah pengukuhan guru besarnya yang berjudul “Teknologi Pelumasan (Lubrication Technology): Produksi Pelumasbio (Biobased) Berbasis Minyak Nabati dan Pilihan Aplikasinya” di Balai Sidang UI, Depok.

Keunggulan: Mudah Terurai Hingga 90 Persen

Prof. Sukirno menjelaskan bahwa pelumas mineral (minyak bumi) membawa dampak buruk bagi ekosistem karena sifatnya yang sulit terurai. Sebaliknya, pelumas dari bahan nabati memiliki keunggulan signifikan dari sisi ekologi.

Baca juga : Soroti Tragedi Tabrakan Kereta, Giwo Minta Evaluasi Posisi Gerbong Perempuan

“Tingkat penguraian pelumas nabati di alam bisa mencapai lebih dari 90 persen. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan pelumas mineral,” ujar Prof. Sukirno.

Selain ramah lingkungan, ia memaparkan beberapa keunggulan teknis pelumas nabati, Daya Rekat Kuat: Menempel lebih baik pada permukaan logam. Keamanan Tinggi: Memiliki titik nyala yang lebih tinggi sehingga tidak mudah terbakar. Stabilitas: Relatif stabil saat digunakan dan minim penguapan.

Tantangan Suhu Ekstrem

Meski unggul secara lingkungan, pelumas nabati masih menghadapi tantangan pada ketahanan suhu tinggi dan kinerja di suhu rendah. Prof. Sukirno menekankan pentingnya rekayasa kimia untuk menutupi kelemahan tersebut agar produk ini bisa digunakan lebih luas, termasuk pada mesin kendaraan.

Baca juga : Gelombang I Petugas Haji Tiba Di Makkah, Siap Sambut Jemaah Haji

“Pelumas nabati sangat cocok digunakan pada aplikasi yang berisiko langsung mencemari lingkungan, seperti grease (gemuk), oli hidrolik, cairan pemotongan logam, serta oli mesin dua langkah,” tambahnya.

Rekam Jejak Sang Ahli

Prof. Sukirno resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Pelumas dan Aditif FTUI. Sosok yang telah mengabdi sebagai dosen UI sejak 1987 ini memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, yakni S-1: Institut Teknologi Bandung (1985), S-2: Tokyo Institute of Technology, Jepang (1994) dan S-3: Teknik Kimia Universitas Indonesia (2011).

Sebelumnya, ia pernah berkarier di industri minyak bumi (1985–1987) dan menjabat sebagai Kepala Laboratorium Proses dan Operasi Teknik Kimia UI (1997–2026). Melalui risetnya, ia juga aktif mengembangkan pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi pelumas berkualitas sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Baca juga : Euforia Peserta Warnai wondr Kemala Run 2026, dari Artis hingga Pelari Dunia

Diharapkan, melalui pengembangan aditif dan inovasi berkelanjutan, pelumas nabati dapat segera menggeser ketergantungan industri pada minyak bumi demi masa depan bumi yang lebih hijau.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.