BREAKING NEWS
 

Covid Ngamuk, AS Imbau Warganya Tak Ke RI

Kemenparekraf: Enggak Ngaruh!

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 16 Februari 2022 08:10 WIB
Ilustrasi. Turis mengenakan masker di bandara kota Denver, Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat, 24 November 2020. (Foto: REUTERS/KEVIN MOHATT)

 Sebelumnya 
Sebagai informasi, Indonesia pada 2022 ini menargetkan 280 juta wisatawan berwisata ke Nusantara.

Menanggapi imbauan Pemerintahan AS tersebut, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kurleni Ukar mengatakan, minimnya kunjungan wisatawan dari AS tidak mempengaruhi target Indonesia atas kunjunganwisatawan mancanegara (wisman).

Baca juga : Gibran: Utang Juga Nambah

“Wisman dari AS tidak terlalu berpengaruh ya, terhadap target wisman kita,” ujarnya, dalam Seminar Pariwisata Nasional bertajuk Menjaga Momentum Pemulihan Pariwisata Mengejar Target 280 Juta Wisnus di 2022 yang diinisiasi Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) secara virtual, Selasa (15/2).

Ia melanjutkan, wisman dari AS bisa kembali datang ke Indonesia untuk berwisata, saat kondisi Covid-19 sudah mulai membaik.

Baca juga : Diduga, Ribuan Orang Pernah Masuk Ke Kerangkeng Bupati Langkat

Sementara negara yang saat ini sangat memengaruhi kondisi sektor pariwisata di seluruh dunia adalah China. Negeri Tirai Bambu itu memberi dampak outbound yang sangat besar, khususnya bagi dunia pariwisata.

Hal senada disampaikan KetuaUmum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani. “Kalau warga Amerika dilarang datang ke Indonesia dengan alasan Covid-19 atau melonjaknya Omicron, tak ada dampak yang terlalu signifikan,” katanya, dilansir MNC Portal Indonesia, Selasa (15/2).

Baca juga : Covid-19 Naik, Jokowi Minta Jajarannya Pakai Pendekatan Berbeda

Dia menyebut, jumlah kunjungan warga negara asing dari AS tidak terlalu banyak. Menurut Hariyadi, kalau yang dilarang warga China, justru akan mengalami dampak dalam sejumlah sektor usaha dan pariwisata.

Dia mencatat, wisatawan asingpada 2019 ada 16,1 juta orang, mayoritas dari China. Kalau Amerika, sedikit. Meski demikian, Hariyadi menekankan,bangkitnya sektor ekonomi Indonesia berasal warga sendiri. [MEL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense