BREAKING NEWS
 

RI Larang Ekspor CPO Cs, Pengusaha India Teriak, 290.000 Ton Minyak Sawit Terbengkalai

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 28 April 2022 22:30 WIB
Truk dengan tandan buah segar kelapa sawit diparkir dalam antrian di sebuah pabrik kelapa sawit di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Indonesia, 26 April 2022. Gambar diambil dengan drone 26 April 2022. (Reuters/Willy Kurniawan)

 Sebelumnya 
Larangan ekspor minyak sawit Indonesia yang diperluas telah mengakibatkan setidaknya 290.000 ton minyak nabati yang ditujukan ke India, terbengkalai.

Empat pejabat industri minyak sawit ini  mengatakan, gangguan pada pengiriman setelah Indonesia memperluas larangan ekspornya minyak mentah dan minyak sawit olahan akan menciptakan kekurangan minyak nabati di India, importir terbesar minyak sawit Indonesia.

Baca juga : Puan: Larangan Ekspor CPO Harus Mampu Jawab Kelangkaan Migor Dan Stabilkan Harga

Menurut mereka, Malaysia, eksportir terbesar kedua, sudah berjuang untuk memenuhi permintaan yang tinggi. “Kapal kami yang membawa 16.000 ton minyak sawit terjebak di pelabuhan Kumai di Indonesia,” kata Direktur Pelaksana Gemini Edibles & Fats India Pvt Ltd, Pradeep Chowdhury.

Perusahaan itu setiap bulan membeli sekitar 30.000 ton minyak sawit Indonesia. “Kami tidak tahu kapan Indonesia akan mencabut larangan dan pengiriman yang terhenti akan dilakukan,” tambahnya.

Baca juga : Anis Matta Dukung Larangan Ekspor CPO Dan Minyak Goreng

India adalah importir minyak sawit terbesar di dunia, Negeri Sungai Gangga itu bergantung pada Indonesia hampir setengah dari 700.000 ton konsumsinya setiap bulan.

"Pembeli bergegas melakukan pembelian dari Malaysia, tetapi tidak dapat memenuhi permintaan," kata Sandeep Bagoria, CEO Sunvin Group, perusahaan pialang dan konsultan minyak nabati. Dia mengatakan, penjual Malaysia wajib memenuhi kewajiban lama mereka dan tidak dapat menyediakan minyak sawit untuk pengiriman segera.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense