Sebelumnya
FGD diselenggarakan dalam kerangka dialog maritim bilateral Indonesia-Prancis dan menggambarkan dalamnya hubungan kedua negara.
Indonesia merupakan mitra lama dan penting bagi Prancis di Asia Tenggara, mitra strategis tertua di kawasan ini, di saat Prancis terlibat kembali dengan kawasan ini, dalam kerangka strategi Indo Pasifik.
Baca juga : Bina Talenta Muda, Persija Gelar Pesantren Bola
Para pakar dari kedua negara akan membahas kasus Polinesia Prancis dan pembelajaran tentang pengembangan ketahanan maritim di wilayah tersebut. Polinesia Prancis yang terdiri atas 117 pulau di lima kepulauan di Selatan-Tengah Samudra Pasifik, menjadi perhatian khusus para pakar dari Indonesia.
FGD mempertemukan para pemangku kepentingan dari kedua negara: pemerintah, masyarakat ilmiah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil, untuk berbagi praktik terbaik, hasil penelitian, tren inovasi, serta praktik investasi sukses yang bertujuan pada peningkatan ketahanan maritim.
Baca juga : DWP Kementan Gelar Baksos Sembako Pangan Di Jakarta Utara
Diskusi difokuskan pada prioritas bersama kedua negara: memperkuat ketahanan maritim sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir, memenuhi kebutuhan pelatihan para pelaut.
Indonesia dan Prancis juga menjajaki praktik terbaik untuk memanfaatkan potensi ekonomi berkelanjutan dari energi laut, mengembangkan konektivitas dan inovasi infrastruktur maritim, membangun keselamatan dan keamanan maritim. ***
Baca juga : Asik, Kemenhub Kembali Gelar Layanan Mudik Gratis
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.