Sebelumnya
Senin (10/10), Ukraina menyampaikan bahwa mereka perlu memperkuat pertahanan udara, menyusul serangan udara terbesar Rusia di Kiev pada hari yang sama. Serangan Rusia itu merupakan balasan atas serangan Ukraina terhadap jembatan utama penghubung daratan Rusia dengan Crimea yang dicaplok Rusia pada 2014.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, pasukan Rusia meluncurkan puluhan rudal dan drone buatan Iran ke Ukraina. Sasarannya wilayah sipil dan fasilitas energi di 10 kota.
Baca juga : Jokowi: Siapapun Presidennya Nanti, Jangan Lagi Impor Barang Mentah
“Rusia memilih waktu dan target seperti itu dengan sengaja agar menimbulkan kerusakan paling besar,” kata Zelensky.
Zelensky menegaskan, pihaknya tidak akan gentar dengan ancaman Rusia. “Kami akan terus maju di medan pertempuran,” tegasnya.
Baca juga : Presiden Jokowi Tegaskan Larangan Ekspor Bahan Mentah
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berjanji menyediakan sistem pertahanan udara canggih. Departemen Pertahanan AS mengatakan, pada 27 September lalu, mulai mengirimkan Sistem Rudal Permukaan selama dua bulan ke depan atau lebih.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.