RM.id Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Inggris Liz Truss memecat Menteri Keuangan Kwasi Kwarteng dan membatalkan sebagian paket ekonomi, Jumat (14/10).
Posisi Kwarteng saat ini diambil alih Jeremy Hunt, mantan Menteri Luar Negeri dan Menteri Kesehatan yang mendukung penuh Rishi Sunak dalam pemilihan PM Inggris, yang akhirnya dimenangkan Truss.
Hal ini dilakukan Truss, di tengah upaya putus asa mempertahankan kekuasaan. Serta bertahan dari gejolak pasar dan politik yang mencengkeram Inggris.
Kwarteng mengaku mundur atas permintaan Truss.
Baca juga : Datangi Rumah Mahasiswi IPB Yang Hanyut Terseret Banjir, Kang Emil Ingat Eril
Saat menerima informasi itu, Kwarteng tengah menghadiri pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington. Alhsasil, Kwarteng pulang cepat atas permintaan Truss.
"Anda telah meminta saya untuk mundur sebagai Kanselir, dan saya menerimanya," kata Kwarteng dalam surat pengunduran dirinya kepada Truss, yang dipublikasikan di Twitter.
Sementara Truss, sejujurnya sedih karena telah melepas Kwarteng.
"Sebagai teman dan kolega lama, saya sangat menyesal kehilangan Anda dari jajaran pemerintah," ujar Perdana Menteri berusia 47 tahun itu, seperti dikutip Reuters, Jumat (14/10).
Baca juga : Pengamat Apresiasi Nyali Besar Menteri Erick Menata PMN
Tak lama setelah Truss bicara, nilai mata uang poundsterling langsung melorot. Hari ini, pound diperdagangkan 1,2 persen lebih rendah di angka 1,1198 dolar AS dan obligasi pemerintah Inggris dua tahun, atau emas berubah negatif.
Rencana pemotongan pajak yang tidak didanai, telah menghancurkan aset Inggris dan menuai kecaman internasional.
Namun, nilai poundsterling dan emas mulai pulih, sejak pemerintah mulai mencari cara untuk memperbaiki ekonomi.
Kwarteng adalah kanselir dengan masa jabatan terpendek di Inggris sejak 1970. Sebelumnya, tercatat nama Macleod dengan masa jabatan 30 hari. Namun, dia sudah meninggal.
Baca juga : Menghukum Sambo Jadi Lebih Gampang
Jeremy Hunt yang merupakan pengganti Kwarteng, akan menjadi Menteri Keuangan keempat, hanya dalam hitungan bulan. Di tengah krisis biaya hidup yang menghimpit jutaan orang.
Posisi Truss tak kalah berbahaya. Truss yang mantan Menteri Luar Negeri, memenangkan kepemimpinan Partai Konservatif pada bulan lalu, dengan menjanjikan pemotongan pajak yang besar dan deregulasi, untuk menggairahkan ekonomi Inggris.
Dalam konferensi pers, Truss, yang baru berkuasa 37 hari, menyatakan akan mengizinkan retribusi bisnis utama naik mulai tahun depan, hingga18 miliar poundsterling.
"Kita telah "lebih jauh dan lebih cepat" dibanding yang diperkirakan pasar. Kita perlu bertindak sekarang, untuk meyakinkan pasar tentang kebijakan fiskal kita," papar Truss.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.