Dewan Pers

Dark/Light Mode

Diyakini Bisa Mengakhiri Polarisasi

Prabowo Dianggap Pas Jadi Pengganti Jokowi Di 2024

Senin, 11 Juli 2022 18:08 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Foto: Ist)
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Saat ini, polarisasi antarkelompok sisa Pemilu 2019 masih ada. Beberapa pihak meyakini, polarisasi itu bisa diakhiri jika Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto maju sebagai calon presiden (capres) di Pemilu 2024.

Prabowo disebut menjadi solusi, dengan mempersatukan pihak yang sempat terbelah saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

"Prabowo adalah jalan tengah, sosok pemersatu bangsa yang mampu mengakhiri dikotomi dan rivalitas politik," ujar Sekretaris Presidium Nasional Poros Prabowo-Puan, Dhachri Oskandar, melalui keterangan tertulis, Senin (11/7).

Berita Terkait : Publik Ingin Cawapres Prabowo Dipilih Presiden Jokowi

Di sisi lain, Dhachri melihat Prabowo konsisten mengemban tugas sebagai Menteri Pertahanan dan tak fokus pada pilpres. Loyalitas dan komitmen tinggi ditunjukkan Prabowo dengan fokus bekerja demi negara dan bangsa.

Dia tidak memanfaatkan jabatan untuk meraih popularitas dan menaikkan elektabilitas terkait pemilu 2024. Menurut Dhacri, hal tersebut merupakan nilai positif Prabowo sebagai birokrat.

"Prabowo layak dan sangat pantas dan menjadi presiden di 2024 melanjutkan program-program yang luar biasa dari Presiden Jokowi," tuturnya.

Berita Terkait : Survei SPIN, Prabowo Dianggap Mampu Hentikan Polarisasi Di Masyarakat

Selain itu, dia melihat Prabowo memiliki kriteria sebagai sosok pemimpin yang diinginkan masyarakat Indonesia. Eks Danjen Kopassus itu dinilai punya visi dan misi yang fokus pada penyejahteraan sosial dan ekonomi.

Selain visi yang telah dipunyainya yang telah dipublikasi secara konsisten sejak 2014, Prabowo juga telah mencoba merealisasikannya secara terbatas, terutama terkait bidang pertahanan.

"Tentu bidang di mana beliau sebagai seorang demokrat secara patriotik dan nasionalis berkenan membantu Presiden Jokowi yang menjadi rival politik 2014 dan 2019 lalu," ucapnya.
 Selanjutnya