Sebelumnya
Seorang wanita pengunjuk rasa mengatakan, warga Uighur terlalu takut turun ke jalan. Menurut pengunjuk rasa itu, warga tahu mereka akan dihukum jika berbicara menentang.
Baca juga : Harita Group Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Cianjur
“Orang Uighur berbeda. Jika kami berani mengatakan hal seperti itu, kami akan dibawa ke penjara atau kamp,” ucapnya.
Baca juga : Tim SAR Kembali Temukan 4 Jenazah Korban Gempa Cianjur
Mereka menganggap, lamanya petugas datang akibat berbagai blokade yang dilakukan Pemerintah China di negaskan, akan tetap berpegang pada kebijakan nol-Covid. Apalagi, infeksi harian di negara itu kini mencapai lebih dari 30 ribu. Itu yang menyebabkan otoritas lokal makin meningkatkan kebijakan pembatasan melebihi Pemerintah Pusat. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.