Sebelumnya
Setelah dimulainya penggunaan senjata berat yang dipasok negara-negara Barat, jumlah korban penduduk sipil melonjak empat kali lipat.
Baca juga : Utusan Khusus Australia Bidik Penguatan Kerja Sama Ekonomi
Pihak Ukraina belum siap untuk solusi diplomatik: pembicaraan damai pada rentang Februari-April 2022 digagalkan Kiev di bawah tekanan Barat. Pada 30 September 2022, Volodymyr Zelensky menandatangani sebuah dekrit yang menyatakan “ketidakmungkinan” negaranya untuk berdialog dengan Presiden Rusia. Dan, menyampaikan berbagai gagasan “membangun perdamaian” atau “formula perdamaian” yang ditujukan untuk khalayak internasional dengan tujuan agar negara kami menyerah.
Baca juga : Dubes Djauhari Resmikan Indonesia Experience Center Di Shanghai
Keinginan rezim Kiev dan kurator Baratnya untuk melanjutkan perang jelas terbukti karena mereka dengan sinis menolak usulan Rusia untuk gencatan senjata selama perayaan Natal Ortodoks. Volodymyr Zelensky melarang Angkatan Bersenjata Ukraina untuk menghentikan tembakan dan menyebut usulan kami yang tulus sebagai “kedok kemunafikan guna membangun pasukan untuk melanjutkan permusuhan dengan kekuatan baru.”
Baca juga : Rilis Pemenang Australian Alumni Of The Year
Satu tahun sejak dilaksanakannya operasi militer khusus Rusia di Ukraina, gambar telah menjadi nyata, bahwa hari ini kami tidak lagi menghadapi Kiev, melainkan konglomerat industri militer NATO-Ukraina. Ukraina hanyalah sebagai alat Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya. Sedangkan yang menjadi tujuan jangka panjangnya adalah “mengalahkan Rusia dengan cara apa pun di medan perang”. Saya hanya bisa mengatakan satu hal: kemenangan akan menjadi milik kita. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.