Sebelumnya
Lu memaparkan, kemampuan berbahasa Mandarin akan sangat membantu generasi muda di masa depan. Terlebih bahasa Mandari adalah bahasa dengan penutur terbanyak kedua setelah bahasa Inggris.
“Salah satu kunci terbaik memahami budaya sebuah negara adalah lewat bahasanya. Kita akan lebih memahami kebudayaan mereka lewat bahasa,” ujarnya.
Baca juga : Chen Yu Fei Juara, China Tambah Gelar Di Indonesia Open 2023
Karena itu, Pemerintah China bersama Kedutaan Besarnya di Jakarta mengadakan kompetisi ‘Chinese Bridge’. Ini merupakan acara tahunan yang digelar sejak 2002. Untuk tingkat universitas, diikuti sebanyak 27 mahasiswa dari 12 Provinsi di Indonesia, seperti Sumatera Utara, Jawa Timur, Papua, dan lainnya.
“’Chinese Bridge” telah membantu masyarakat kedua negara untuk lebih saling mengenal dan dekat. Acara dan program seperti ini harus diteruskan dan diselenggarakan dengan baik,” ujar Dubes Lu.
Baca juga : 10 Warisan Kolonialisme Yang Masih Melekat Di Indonesia Versi Sejarawan Bonnie Triyana
Bahasa juga merupakan jembatan yang mendorong komunikasi dan pertukaran antara peradaban negara yang berbeda.
“Kompetisi ini diharapkan mampu memperkokoh warisan dan kolaborasi kedua negara, serta berkontribusi pada arsitektur kawasan dan global,” pungkasnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.