Sebelumnya
Washington mengharapkan hubungan yang lebih erat dengan negara demokrasi terbesar di dunia itu, yang dilihatnya sebagai penyeimbang terhadap China. Namun para pendukung hak asasi khawatir, geopolitik akan membayangi masalah HAM. Beberapa kelompok HAM AS bahkan merencanakan protes selama kunjungan Modi.
Laporan tahunan Departemen Luar Negeri tentang praktik hak asasi manusia yang dirilis pada Maret, mencantumkan masalah dan pelanggaran HAM yang signifikan di India.
Baca juga : Ratusan Santri Pangandaran Ikut Turnamen Bola U-20 Yang Dihelat Ganjar Muda Padjajaran
Modi disebut akan berpidato pada pertemuan bersama DPR dan Senat pada Kamis (22/6) siang waktu setempat. Ini merupakan salah satu penghargaan tertinggi yang diberikan Washington kepada pejabat asing.
Namun selama pertemuan dengan Modi, Biden disebut tidak akan menyinggung jauh seputar isu HAM, dan lebih fokus pada kerja sama teknologi dan pertahanan. Washington ingin New Delhi menjadi penyeimbang strategis bagi China dan melihat India sebagai kemitraan penting. Modi berusaha meningkatkan pengaruh India, negara terpadat di dunia dengan penduduknya 1,4 miliar orang.
Baca juga : Kemendes PDTT: Lebih dari Setengah Indikator SDGs Telah Dipenuhi Indonesia
Data demografis yang dirilis United Nations Population Fund (UNFPA) pada 19 Apr 2023 memperkirakan, populasi India mencapai 1,4286 miliar, melebihi China, 1,4257 miliar.
Di antara perjanjian bisnis yang diharapkan akan didalami kedua negara adalah di sektor kecerdasan buatan (AI), komputasi kuantum dan investasi di India oleh Micron Technology dan perusahaan AS lainnya. Modi mengatakan, India sedang melatih siswa di AI dan telah memulai laboratorium di sejumlah kota di India. Pada 2022, ada lebih dari 200 ribu siswa India belajar di AS.
Baca juga : Kasus Korupsi Pembayaran Tukin, KPK Juga Geledah Kementerian ESDM
Selama kunjungan Modi ke Paman Sam, menu vegetarian akan disajikan pada makan malam kenegaraan pada Kamis (22/6). Biden akan memberi Modi kamera antik Amerika dan ibu negara akan memberinya salinan edisi pertama yang ditandatangani “Koleksi Puisi Robert Frost.”
Modi akan berpidato di hadapan para CEO AS pada resepsi Jumat (23/6), karena perusahaan-perusahaan Amerika merencanakan investasi baru di India. Modi pun sudah bertemu dengan bos Tesla, Elon Musk di New York. Musk mengatakan, Tesla berencana membuat kendaraan di India secepat mungkin. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.