Sebelumnya
Masih ingat di mana pertama kali Bapak ditugaskan sebagai diplomat?
Tugas pertama saya di perutusan tetap di Dewan Kehormatan PBB, di New York. Nah, karena saya sering membaca tulisan-tulisan Threes Nio sampai akhirnya saya bisa bertugas di PBB itu, jaraknya sekitar 10 tahun. Luar biasa kan.
Setelah bertugas di New York, lalu saya ditugaskan di Genewa dan kembali ke New York. Jadi, hampir 21 tahun berdinas di Kementerian Luar Negeri, terkait multilateral, mengurusi lembaga-lembaga internasional termasuk PBB.
Baca juga : Pertamina Perkuat Kerja Sama Strategis Di Mozambik
Di waktu luang, apa saja kegiatan Pak Dubes? Boleh diceritakan dong apa saja hobi Bapak?
Saat usia masih muda, hobi saya main bola, tenis, pingpong, karate dan yudo. Nah, di usia sekarang, hobi saya naik sepeda dan jalan kaki. Di Beijing, hampir tiap hari jalan kaki. Bersama istri, saya menelusuri desa-desa di sini, jalan di taman, sekaligus kita jadi mengetahui kebiasaan masyarakat setempat. Juga menikmati makanan khas setempat. Hal itu sangat menyenangkan.
Pelajaran penting apa yang bisa kita tiru dari filosofi kehidupan orang-orang di China?
Baca juga : Ekonomi Desanya Jadi Maju, Warga Jayasari Dukung Investasi Jayabaya
Saya sering sampaikan kepada adik-adik mahasiswa, bahwa negara akan maju kalau ada semangat cinta tanah air. Itulah yang namanya nasionalisme. Rasa kebangsaan inilah yang men-drive suatu negara jadi maju. Pernah ada suatu survei, dengan pertanyaan: What make you proud as an Indonesian? Nah, dari 8 jawaban, tujuh di antara jawaban teratas adalah terkait nasionalism, rasa cinta pada bangsa negara.
Jawaban ke-8, baru tentang economic development. Jadi, rasa cinta kepada bangsa men-drive pembangunan ekonomi. Nah itu yang terjadi di China. Cinta kepada bangsa membuat mereka mau membangun ekonomi negaranya.
Hal lain, orang-orang China itu pekerja keras, disiplin dan menghargai seniornya, orang yang lebih tua. Family taste-nya luar biasa. Saya respek kepada mereka melihat nilai-nilai ini. Jadi, pertama nasionalisme. Kedua respect to seniors. Dan ketiga, pekerja keras. Nilai-nilai itulah yang ada di sini. Seperti kita juga di Indonesia.
Baca juga : Mancing Ikan Di Laut, Wali Kota Dapat Kokain
Apakah ada pesan khusus dari Pak Dubes untuk para pembaca Rakyat Merdeka?
Saya sudah tahu dan kenal Rakyat Merdeka lama sekali. Rakyat Merdeka adalah media Indonesia yang isinya kritis, tapi full positive energy. Kritiknya membangun. Kritik yang di dalamnya membuat kita introspeksi, sehingga kita terdorong untuk terus melakukan hal-hal yang terbaik untuk kemajuan bangsa.
Saya lihat itulah keunikan gaya dan style-nya dari Rakyat Merdeka. Pesan yang ditulisnya itu tersampaikan ke masyarakat. Karena itu, jangan kaget kalau pembaca-pembaca Rakyat Merdeka, baik yang online maupun cetak itu luar biasa. Saya salah satunya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.