BREAKING NEWS
 

Cita-citanya Jadi Pelaut, Eh Malah Jadi Diplomat

Reporter & Editor :
KARTIKA SARI
Kamis, 24 Agustus 2023 06:50 WIB
Dubes Djauhari Oratmangun dan istri Elsiwi Handayani Oratmangun bersiap memotong tumpeng. Foto-foto: KartikaSari/RakyatMerdeka/KBRIBeijing

 Sebelumnya 
Masih ingat di mana per­tama kali Bapak ditugaskan sebagai diplomat?

Tugas pertama saya di perutusan tetap di Dewan Kehormatan PBB, di New York. Nah, karena saya sering mem­baca tulisan-tulisan Threes Nio sampai akhirnya saya bisa ber­tugas di PBB itu, jaraknya seki­tar 10 tahun. Luar biasa kan.

Setelah bertugas di New York, lalu saya ditugaskan di Ge­newa dan kembali ke New York. Jadi, hampir 21 tahun berdinas di Kementerian Luar Negeri, terkait multilateral, mengurusi lembaga-lembaga internasional termasuk PBB.

Baca juga : Pertamina Perkuat Kerja Sama Strategis Di Mozambik

Di waktu luang, apa saja kegiatan Pak Dubes? Boleh diceritakan dong apa saja hobi Bapak?

Saat usia masih muda, hobi saya main bola, tenis, pingpong, karate dan yudo. Nah, di usia sekarang, hobi saya naik sepeda dan jalan kaki. Di Beijing, ham­pir tiap hari jalan kaki. Bersama istri, saya menelusuri desa-desa di sini, jalan di taman, sekaligus kita jadi mengetahui kebiasaan masyarakat setempat. Juga me­nikmati makanan khas setempat. Hal itu sangat menyenangkan.

Pelajaran penting apa yang bisa kita tiru dari filosofi kehidupan orang-orang di China?

Baca juga : Ekonomi Desanya Jadi Maju, Warga Jayasari Dukung Investasi Jayabaya

Saya sering sampaikan kepada adik-adik mahasiswa, bahwa negara akan maju kalau ada semangat cinta tanah air. Itulah yang namanya nasionalisme. Rasa kebangsaan inilah yang men-drive suatu negara jadi maju. Pernah ada suatu survei, dengan pertanyaan: What make you proud as an Indonesian? Nah, dari 8 jawaban, tujuh di antara jawaban teratas ada­lah terkait nasionalism, rasa cinta pada bangsa negara.

Jawaban ke-8, baru tentang economic development. Jadi, rasa cinta kepada bangsa men-drive pembangunan ekonomi. Nah itu yang terjadi di China. Cinta kepada bangsa mem­buat mereka mau membangun ekonomi negaranya.

Hal lain, orang-orang China itu pekerja keras, disiplin dan menghargai seniornya, orang yang lebih tua. Family taste-nya luar biasa. Saya respek kepada mereka melihat nilai-nilai ini. Jadi, pertama nasionalisme. Kedua respect to seniors. Dan ketiga, pekerja keras. Nilai-nilai itulah yang ada di sini. Seperti kita juga di Indonesia.

Baca juga : Mancing Ikan Di Laut, Wali Kota Dapat Kokain

Apakah ada pesan khusus dari Pak Dubes untuk para pembaca Rakyat Merdeka?

Saya sudah tahu dan kenal Rakyat Merdeka lama sekali. Rakyat Merdeka adalah media Indonesia yang isinya kritis, tapi full positive energy. Kritiknya membangun. Kritik yang di da­lamnya membuat kita introspeksi, sehingga kita terdorong untuk terus melakukan hal-hal yang terbaik untuk kemajuan bangsa.

Saya lihat itulah keunikan gaya dan style-nya dari Rakyat Merdeka. Pesan yang ditulisnya itu tersampaikan ke masyarakat. Karena itu, jangan kaget ka­lau pembaca-pembaca Rakyat Merdeka, baik yang online mau­pun cetak itu luar biasa. Saya salah satunya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense