Dark/Light Mode

Ekonomi Desanya Jadi Maju, Warga Jayasari Dukung Investasi Jayabaya

Selasa, 22 Agustus 2023 14:54 WIB
Aksi simpatik warga Desa Jayasari mendukung Mulyadi Jayabaya berinvestasi di desa mereka. (Foto: Istimewa)
Aksi simpatik warga Desa Jayasari mendukung Mulyadi Jayabaya berinvestasi di desa mereka. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ratusan warga Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (22/8) menggelar aksi simpatik dalam mendukung investasi yang dilakukan mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya, di desa mereka. Aksi ini dilakukan menyikapi adanya sekelompok orang yang disebut kebanyakan berasal dari luar yang melakukan demonstrasi di Jakarta mempersoalkan usaha tambang pasir milik Jayabaya di Desa Jayasari.

Menurut warga setempat, usaha tambang pasir milik Jayabaya di Desa Jayasari membawa keberkahan bagi mereka, baik secara ekonomi maupun pembangunan infrastruktur. Ekonomi mereka kita terangkat, infrastruktur jalan juga menjadi bagus. Desa Jayasari, yang selama ini terisolir, menjadi gampang diakses.

Baca juga : Kolaborasi Dengan BKPM, Bank Mandiri Genjot Investasi Indonesia

“Alhamdulillah, sejak adanya galian pasir milik Pak JB (Mulyadi Jayabaya) di sini, jalan menuju Jayasari dari Rangkasbitung, yang dulunya sulit dilalui kendaraan kini sudah dibeton. Begitu juga warga yang belum teraliri listrik kini diberi listrik gratis,” ungkap Masri, warga Kampung Sari Mulya, Desa Jayasari, dalam aksi itu.

Masri mengaku, tanah garapannya ikut dibebaskan untuk usaha galian pasir dan dia menerima ganti rugi secara layak. “Luas tanahnya saya nggak tahu persis, karena itu tanah garapan sehingga saya tidak punya surat-surat. Namun, sejak adanya usaha galian pasir ini, rumah saya yang dulunya gelap gulita kalau malam, sekarang sudah dialiri listrik secara gratis sehingga anak saya sekarang bisa belajar kalau malam hari,” ceritanya.

Baca juga : Jokowi: Tol Ciawi-Sukabumi Bisa Dongkrak Investasi Jabar

Di tempat yang sama, Arwan dari Forum Solidaritas Jayasari mengatakan, kelompok masyarakat yang melakukan aksi demonstrasi Jakarta menuntut berbagai hal. Karena minimnya informasi yang diterima warga, sehingga banyak warga yang terprovokasi dan tidak tahu masalah ikut berdemonstrasi.

“Warga salah menerima informasi tanpa melakukan tabayyun, sehingga sulit dipertanggungjawabkan sebagai sebuah fakta. Akibat dari dentuman informasi tersebut, membuat masyarakat Jayasari telah dipolarisasi,” ucapnya.

Baca juga : Pengamat: Dana Hibah Parpol Investasi Demokrasi

Menurut Arwan, warga Jayasari yang tanahnya terkena pembebasan lahan galian pasir, baik yang sudah memiliki sertifikat maupun tanah Garapan, telah mendapatkan keadilan dalam bentuk pembayaran yang tuntas. Forum Solidaritas Jayasari pun merasa perlu melakukan menyampaikan hal ini tidak lagi terjadi kesalahpahaman.

“Kami berhimpun dalam bentuk klarifikasi atas tuduhan yang didengungkan, karena sesungguhnya kami hanya butuh ketenangan,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.