Sebelumnya
Partai Rusia Bersatu memenangkan setiap pemilihan gubernur provinsi yang diikuti. Di antara para kepala daerah yang terpilih kembali adalah Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin, sekutu dekat Putin.
Dengan hampir tidak ada oposisi, hasil awal menunjukkan bahwa Sobyanin meraih lebih dari 75 persen suara di Ibu Kota Rusia, yang dianggap sebagai salah satu wilayah yang paling condong ke arah oposisi.
Baca juga : Menteri Hadi Imbau Wisudawan STPN Tolak Suap Dan Tindakan Tercela Di Dunia Kerja
Para pengkritik Kremlin mengatakan bahwa pemilu di Moskow mudah dicurangi, karena sistem pemungutan suara elektronik di Ibu Kota, yang menurut mereka tidak mungkin diaudit. Sistem serupa telah diterapkan di banyak wilayah Rusia lainnya.
Kandidat yang didukung Kremlin juga menang di empat wilayah Ukraina yang dilanda perang. Yaitu Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson, yang dinyatakan sebagai wilayah Rusia pada 2022 setelah dianeksasi.
Baca juga : Tangis Ganjar Pranowo Pecah Saat Pamitan Kepada Ribuan Rakyat Jateng
Kecaman juga datang dari pihak asing. Salah satunya, Menteri Luar Negeri Jepang, Yoshimasa Hayashi.
“Sangat tidak dapat diterima, Rusia melakukan pemilu di wilayah-wilayah itu atas dasar aneksasi ilegal,” sentil Hayashi.
Baca juga : Cak Imin Bisa Tambal Suara Anies Di Jatim Dan NU
Menurut para pejabat Rusia, Partai Rusia Bersatu memenangkan mayoritas besar di wilayah-wilayah hasil aneksasi, setidaknya meraih 70 persen suara di masing-masing wilayah. Hasilnya juga menunjukkan, para gubernur pilihan Moskow di wilayah-wilayah tersebut, yang terdiri dari para pemimpin separatis veteran dan politisi lokal pro-Rusia, memenangkan masa jabatan penuh.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.