Sebelumnya
Sekadar informasi, sejak awal tahun 2022, Dubes LBBP RI untuk Bulgaria, Albania, dan Makedonia Utara, Iwan Bogananta berhasil mengkongkretkan rencana program Rendang Goes to Europe.
Hal ini diwujudkan melalui perjanjian investasi dengan Bella Group Ltd. untuk mendirikan pabrik di Bulgaria dan pengembangan pasar makanan Indonesia khususnya “rendang” ke wilayah Eropa.
Program dimaksud juga merupakan upaya dalam menyukseskan misi “Indonesia Spice Up the World” yang diluncurkan Presiden RI Joko Widodo.
Dari luas 20 ribu meter kawasan industri yang dimiliki Bella Group, pabrik rendang mendapatkan lokasi khusus seluas 5 ribu meter yang ditujukan untuk menjaga kehalalan produk rendang dan produk makanan Indonesia lainnya.
Baca juga : Joss, Bagnaia Cetak Sejarah Di Mandalika
Areal pabrik rendang tersebut cukup strategis, mendekati akses pasar di antaranya Serbia, Rumania, Turki dan Yunani.
Dubes Iwan mengatakan, sudah saatnya Bulgaria dilirik sebagai Hub perdagangan produk Indonesia ke pasar Eropa.
"Melalui Bella Group diharapkan dapat menjadi media dan fasilitas pendukung ‘hub trade’ atau penghubung untuk pasar rendang dan makanan Indonesia lainnya ke Eropa, khususnya negara-negara Balkan,” ujar Dubes Iwan.
Lebih lanjut, Dubes Iwan mengatakan, pabrik rendang ini merupakan salah satu fasilitas baru dari 9 pabrik yang mereka (Bella Group) miliki dalam memproduksi produk makanan seperti pastry, meat process, margarin, oil, dan berbagai varian lainnya.
Baca juga : Dukung Kemajuan Akuntan Investigator, IAPI Lantik Pengurus FAIr
Bella Group juga memiliki fasilitas logistik dan warehouse yang telah dilengkapi dengan teknologi terkini. Untuk realisasi awal, akan mulai dikirim sebesar 40 ton/bulan bumbu rendang dari Indonesia yang dijadwalkan mulai awal November 2023.
"Total investasi pengiriman bumbu diperkirakan sebesar USD 34 juta dengan kerja sama selama empat tahun,” ujar Dubes Iwan.
Total kapasitas produksi pabrik rendang Bella Group maksimal bisa mencapai 600 ton/bulan. Menariknya, kemasan rendang juga akan dicantumkan sertifikasi halal dan logo Wonderful Indonesia.
Pada kemasan juga akan dilengkapi dengan QR Code, yang memberikan penjelasan kepada konsumen mengenai asal usul makanan khas asal Sumatera Barat tersebut, baik dari informasi kota, budaya lokal sampai ke informasi pariwisata yang menarik untuk dikunjungi.
Baca juga : Dukung Pemerintah Larang TikTok Shop, Pelaku Usaha Ingin Cegah Monopoli Dagang
CEO Bella GROUP, Dimitar Mitev mengatakan, investasi pembangunan pabrik pengolahan daging di Indonesia salah satunya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar daging halal olahan di Indonesia.
Daging olahan tersebut terdiri dari sosis, salami, ham, dan lainnya dengan menggunakan high technology.
“Indonesia merupakan pasar yang besar dengan populasi hampir 270 juta orang. Kami yakin dapat mengisi market share produk makanan olahan di Indonesia,” ujar Dimitar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.