RM.id Rakyat Merdeka - Akibat aksi demo berkepanjangan yang sudah berlangsung 17 pekan, 100 restoran di Hong Kong terpaksa gulung tikar. Sekitar 2.000 orang terpaksa menjadi pengangguran akibat penutupan rumah makan tersebut.
"Mereka yang terdampak adalah pegawai restoran dan katering," jelas Menteri Keuangan Hong Kong, Paul Chan dalam pernyataan tertulisnya, seperti dikutip Bloomberg, Senin (14/10).
Baca juga : Kemendag Gagal Bendung Banjirnya Produk Impor China
Tidak hanya restoran, para pemilik toko serba ada dan supermarket di Hong Kong juga terpaksa memangkas jumlah pekerja mereka, karena penurunan pemasukan akibat protes yang berlangsung sejak awal Juni lalu.
"Perputaran finansial juga terhambat dengan pembatalan sejumlah kegiatan berskala internasional seperti event olahraga, konser dan event kebudayaan. Semuanya dibatalkan karena alasan keamanan," jelas Chan.
Baca juga : JK: Transportasi yang Tak Dikelola Baik jadi Biang Defisit Perdagangan
Untuk membantu mengurangi beban para pemilik usaha, Chan meminta pemilik properti memberikan keringanan pembayaran sewa kepada pemilik usaha. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.