Sebelumnya
Akhir bulan lalu, Biden mengumumkan gencatan senjata tiga fase di Gaza yang mengarah pada berakhirnya perang secara permanen.
Fase pertama melibatkan gencatan senjata selama enam pekan. Selama fase itu, seluruh pasukan Israel harus ditarik dari wilayah berpenduduk di Gaza. Selain itu, Hamas akan membebaskan beberapa sandera, termasuk orang tua dan perempuan. Sebagai imbalannya, Israel juga membebaskan ratusan tahanan Palestina.
Pada tahap ini, semua warga Gaza yang mengungsi diperbolehkan pulang ke daerah masing-masing dan 600 truk bantuan kemanusiaan akan masuk Gaza setiap hari.
Baca juga : Pejabat Yang Bohong Isi LHKPN Jangan Dilantik
Fase kedua, Hamas dan Israel akan merundingkan persyaratan-persyaratan untuk menghentikan permusuhan secara permanen. Gencatan senjata pun akan diperpanjang selama perundingan berlanjut. Tak ada batasan waktu mengenai durasi fase ini. Tahap ketiga mencakup rencana rekonstruksi besar-besaran di Gaza.
Resolusi yang diadopsi ini menyoroti upaya diplomatik yang dipimpin Mesir, AS, dan Qatar dan menyambut baik proposal tiga fase Biden yang diajukan pada 31 Mei.
Israel menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutal yang terus berlanjut di Gaza sejak serangan kelompok Palestina Hamas pada 7 Oktober 2023, meski ada resolusi DK PBB yang menuntut gencatan senjata segera.
Baca juga : Luna Maya, Nangis Ditinggal Maxime
Lebih dari delapan bulan setelah perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur akibat blokade makanan, air bersih dan obat-obatan.
Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional, yang keputusan terbarunya memerintahkan Tel Aviv segera menghentikan operasinya di kota selatan Rafah, tempat lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum diserbu pada 6 Mei.
Dubes AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengatakan, kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri pertempuran secara permanen.
Baca juga : Soal Tambang, Pemerintah Nggak Maksa Ormas Agama
“Hari ini kami memilih perdamaian,” ujar Dubes Thomas-Greenfield setelah pemungutan suara DK PBB.
Senada, Dubes Aljazair untuk PBB Amar Bendjama mengatakan, pihaknya yakin resolusi tersebut dapat mewakili langkah maju menuju gencatan senjata yang langgeng. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 12 Juni 2024 dengan judul "Terkait Gencatan Senjata Di Gaza, Semoga Aja Resolusi DK PBB Bakal Stop Perang"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.