BREAKING NEWS
 

Siapa Pelaku Penembakan Donald Trump, Ini 4 Kemungkinan Menurut Pakar

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Minggu, 14 Juli 2024 17:38 WIB
Capres AS Donald Trump mengepalkan tangan usai ditembak di Pennsylvania. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat intelijen dan keamanan Susaningtyas Kertopati ikut angkat bicara mengenai kasus penembakan Capres AS Donald Trump, saat kampanye di Pensylvania, AS. Kata Nuning, sapaan akrab Susaningtyas, kasus ini tidak bisa dianggap sepele, dan tak mungkin terjadi di negara lain termasuk Indonesia.

Nuning menjelaskan, AS memiliki beberapa lembaga Intelijen. Ada CIA, FBI, Homeland, dan Intelijen di institusi militer mereka.

Baca juga : FBI: Insiden Penembakan Trump Adalah Bentuk Percobaan Pembunuhan

"Kejadian ini harus dianalisis secara terintegasi. Butuh waktu sampai diketahui embrio kejadian," ucapnya, Minggu (14/7/2024).

Adsense

Mantan Anggota Komisi I DPR ini memaparkan, ada beberapa probabilitas asal pelaku penembakan, yaitu dari:

  1. Lawan politik (Presiden Incumbent dan unsur politik lain yang tidak menyukai Trump).
  2. Anggota Masyarakat yang tidak suka pada kebijakan Trump saat menjadi Presiden AS (Mengingat kepemilikan senjata agak bebas di AS).
  3. Kaki tangan negara lain yang khawatir bila Trump menang akan mengganggu kekuasaan dan hegemoni mereka.
  4. Atau dari pihak Trump sendiri yang memainkan image playing victim.

Baca juga : Simpati Melonjak, Dino Patti Djalal: Donald Trump 99 Persen Menang Pilpres AS

"Dalam bidang lntelijen pulbaket (proses pengumpulan bahan keterangan) tidak bisa hanya informasi yang bersifat official saja yang disimpulkan, melainkan juga dari masalah pribadi (musuh pribadi)," terang Nuning.

Karenanya, kata Nuning, pihak berwenang harus melakukan Scientific Crime Investigation dengan teliti. Jajak pendapat di Pennsylvania menunjukkan persaingan ketat antara Biden dan Trump masih sangat fluktuatif, meski tentu saja pasti ada irisan antara kedua Capres tersebut.

Baca juga : Lagi Kampanye Di Pennsylvania, Donald Trump Ditembak, Wajahnya Berdarah

"Jajak pendapat di negara bagian yang menjadi medan pertempuran untuk Pemilu 2024 jarang terjadi akhir-akhir ini. Namun, hasil terbaru dari Universitas Quinnipiac  menunjukkan  Presiden Joe Biden dan mantan Presiden Donald Trump pada dasarnya sama-sama berada di Pennsylvania, dengan Trump mendapatkan dukungan dari 47 persen pemilih terdaftar dan Biden mendapatkan 45 persen dalam pertarungan hipotetis," terang Nuning.

Dia menambahkan, publik harus bersabar sekitar 3 hari atau lebih untuk mendapatkan hasil analisa terkait kejadian penembakan itu. "Pengungkapan dalam bentuk apapun pasti akan berdampak bagi pemilu di AS. Jika penembakan ini berasal dari pihak lawan politik bisa dikatakan perbuatan bodoh karena justru bisa meningkatkan simpati kepada Trump," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense