Dark/Light Mode

Simpati Melonjak, Dino Patti Djalal: Donald Trump 99 Persen Menang Pilpres AS

Minggu, 14 Juli 2024 10:59 WIB
Founder & Chairman FPCI Dino Patti Djalal (Foto: Istimewa)
Founder & Chairman FPCI Dino Patti Djalal (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Founder & Chairman Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) sekaligus mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal meyakini, Donald Trump 99 persen mampu memenangkan Pilpres Amerika Serikat (AS) pada November mendatang.

Keyakinan Dino muncul, setelah Trump menjadi korban penembakan saat kampanye di Butler, Pennsylvania pada Sabtu (13/7/2024), yang mengakibatkan telinga kanan bagian atasnya terluka.

"Dalam beberapa minggu ke depan, seluruh perhatian publik akan beralih ke Trump. Simpati terhadap Trump naik signifikan. Isu-isu penting akan terbengkalai sementara, nasionalisme AS akan melonjak ke arah Trump," kata Dino melalui platform X, Minggu (14/7/2024).

Baca juga : Lagi Kampanye Di Pennsylvania, Donald Trump Ditembak, Wajahnya Berdarah

 

Donald Trump mengepalkan tangan usai menjadi korban penembakan saat kampanye di Butler, Pennsylvania, Sabtu (13/7/2024). (Foto: Getty Images via BBC)


Dino juga menilai, citra Trump sebagai survivor of assasination attempt (korban selamat percobaan pembunuhan) dengan muka yang penuh darah, namun terus mengepalkan tinju, akan dikontraskan dgn citra Biden yang secara mental dan fisik nampak lemah dan uzur.

"Profil penembak - apakah itu afiliasi politik, status sosial ekonomi, bahkan ras dan agama - jika terungkap, juga dapat berpengaruh terhadap respons publik dan politik terhadap aksi penembakan ini," tutur Dino.

Baca juga : Liga 1 Musim Depan, Bojan Pastikan 90 Persen Pemain Persib Muka Lama

Mengutip keterangan Kepala Komunikasi Dinas Rahasia AS, Anthony Guglielmi, insiden penembakan Trump di Butler menewaskan dua orang - satu peserta kampanye dan satu pelaku penembakan -, dua orang lainnya terluka parah.

BBC menyebut, tim kampanye petahana Joe Biden langsung menghentikan semua pernyataan politik dan berupaya menghapus iklan televisinya secepat mungkin. Tak pantas menyerang Trump di tengah situasi seperti ini.

Politisi dari berbagai spektrum politik, bersatu untuk mengatakan, kekerasan tidak memiliki tempat dalam demokrasi.

Mengutip CNN International, para pemimpin dunia seperti Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer, PM Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Honduras Xiomara Castro de Zelaya, Presiden Hongaria Viktor Orban, PM Jepang Fumio Kishida, dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell Fontelles juga menyampaikan simpati yang mendalam atas kejadian yang dialami Trump.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.