BREAKING NEWS
 

Pasca Hamas-Fatah Rujuk Di Beijing

Retno Ngajak ASEAN Stop Genosida Di Gaza

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 26 Juli 2024 06:20 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbicara di ASEAN Ministerial Meeting di Vientiane, Laos, Kamis (25/7/2024). Foto: X MENLU_RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi membawa isu Palestina pada pertemuan ASEAN Ministerial Meeting (AMM) di Vientiane, Laos, Kamis (25/7/2024). AMM diselenggarakan selang dua hari Faksi Hamas dan Fatah dari Palestina menandatangani deklarasi perdamaian di Beijing, China, pada Selasa (23/7/2024).

Sebanyak 14 faksi di Palestina menandatangani deklarasi yang menandai diakhirinya perselisihan di antara mere­ka. Faksi yang telah menjadi musuh bebuyutan bertahun-tahun itu sepakat bersatu dan membentuk Pemerintah Persatuan Nasional demi memuluskan tercapainya solusi dua negara. Namun, tidak ada detail terkait kapan implementasi pembentu­kan pemerintahan tersebut.

Tidak tinggal diam, Indonesia melalui Menlu mengeluarkan pernyataan yang mendukung deklarasi faksi-faksi di Palesti­na. Isu Palestina bahkan dibawa Menlu Retno ke pertemuan di Vientiane.

Baca juga : KPK Geledah Rumah Anggota DPR Di Pondok Indah Dan Depok

Selain itu, Retno juga mem­bawa isu sentralitas ASEAN, ASEAN Outlook on Indo-Pa­cific (AOIP), isu Myanmar dan Laut China Selatan.

Retno mengatakan, deklarasi di Beijing merupakan langkah maju dalam mendorong rekonsi­liasi dan persatuan bangsa Pales­tina. Utamanya di tengah konflik yang berlangsung di Gaza.

Dia menegaskan, persatuan merupakan kunci bagi upaya mewujudkan perdamaian dan masa depan Palestina.

Baca juga : Nangis, Lembu Kena Serangan Jantung

“Indonesia berharap apa yang telah disepakati dapat diimple­mentasikan. Isu persatuan selalu disampaikan Indonesia dalam setiap pertemuan dengan fraksi-fraksi di Palestina,” ujarnya.

Di AMM, Menlu perempuan pertama di Indonesia itu mendo­rong ASEAN bersatu untuk meng­hentikan genosida di Jalur Gaza. Retno juga mendorong segera dilakukannya gencatan senjata yang permanen di Palestina.

Retno menegaskan, ASEAN harus terus mendorong diimple­mentasikannya Resolusi 2735. ASEAN juga penting untuk mendukung Fatwa Hukum (Ad­visory Opinion) dari Mahkamah Internasional.

Baca juga : Bicara Agenda Pemerintahan, Jokowi-Prabowo Selalu Sejalan

“ASEAN penting menyuarakan penghormatan hukum internasional secara konsisten, tanpa kecuali. Termasuk terkait isu Palestina,” tegasnya.

Dalam 17 tahun terakhir, Me­sir dan negara-negara Arab lain berupaya mendamaikan Hamas dan Fatah.

Fatah mendominasi Otoritas Palestina, yang memerintah sebagian Tepi Barat. Faksi ini telah menandatangani perjanjian perdamaian sementara dengan Israel. Akan tetapi, Hamas me­nolak secara resmi mengakui negara Yahudi tersebut.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense