BREAKING NEWS
 

Pasca Hamas-Fatah Rujuk Di Beijing

Retno Ngajak ASEAN Stop Genosida Di Gaza

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 26 Juli 2024 06:20 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbicara di ASEAN Ministerial Meeting di Vientiane, Laos, Kamis (25/7/2024). Foto: X MENLU_RI

 Sebelumnya 
Kedua pihak terpecah ketika pejuang Hamas menang pada Pemilu di Gaza pada 2006, dan berkuasa sejak 2007 di wilayah kantong Palestina itu.

Deklarasi faksi-faksi Palestina di Beijing mengakhiri dialog rekonsiliasi selama tiga hari. Namun, hal ini masih harus dilihat apakah kesepakatan akan mampu bertahan di lapangan.

Pejabat senior Hamas Musa Abu Marzouk meyakini jalan untuk menyelesaikan masalah di Palestina, yakni dengan per­satuan nasional.

“Kami berkomitmen terhadap persatuan nasional dan kami menyerukannya,” tegas Musa.

Baca juga : KPK Geledah Rumah Anggota DPR Di Pondok Indah Dan Depok

Menlu China Wang Yi me­mastikan Beijing tidak ikut cam­pur dalam rekonsiliasi masalah di internal faksi-faksi Palestina. Kendati begitu, tanpa adanya du­kungan komunitas internasional, penyelesaian masalah antara faksi-faksi tersebut tidak akan bisa dicapai.

“Sorotan paling menonjol adalah kesepakatan membentuk pemerintahan rekonsiliasi nasional sementara seputar pemerin­tahan Gaza pascaperang,” ujar Wang Yi.

Israel mengutuk kesepakatan 14 faksi Palestina di China. Tel Aviv sangat alergi dengan Hamas setelah faksi itu melaku­kan serangan pada 7 Oktober 2023 dan menyandera lebih dari 200 orang.

Menlu Israel, Israel Katz, bersikeras akan menghancurkan kekuasaan Hamas. Katz juga menuduh Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang berasal dari Faksi Fatah merangkul ke­lompok yang oleh Israel diang­gap sebagai teroris itu.

Baca juga : Nangis, Lembu Kena Serangan Jantung

“Hal ini (Hamas memerintah Palestina) tidak akan terjadi karena kekuasaan Hamas akan berakhir dan Abbas akan meli­hat Gaza dari jauh,” kata Katz di akun X, Selasa (23/7/2024).

Sejalan dengan sekutunya, Amerika Serikat (AS) juga mengecam deklarasi tersebut.

Jubir Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mengatakan, Washington tidak akan pernah mendukung Hamas memerintah di Jalur Gaza setelah perang di wilayah itu usai.

“Amerika ingin melihat Oto­ritas Palestina (Fatah) yang memerintah Jalur Gaza dan Tepi Barat setelah perang,” kata Miller. LDU

Baca juga : Bicara Agenda Pemerintahan, Jokowi-Prabowo Selalu Sejalan

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 26 Juli 2024 dengan judul "Pasca Hamas-Fatah Rujuk Di Beijing, Retno Ngajak ASEAN Stop Genosida Di Gaza"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense