Sebelumnya
California memiliki jumlah electors terbanyak, yakni 55 suara elektoral, disusul Texas (34) dan New York (31). Sementara negara bagian yang berpenduduk sedikit seperti Wyoming, Alaska, North Dakota dan Washington DC memiliki 3 suara elektoral.
Total keseluruhan electoral vote di AS ada 538 suara. Sebab itu, untuk memenangkan Pilpres, seorang kandidiat harus mampu mengumpulkan minimal 270 suara elektoral.
Silver menganalisa akan terjadi risiko pengulangan Electoral College yang merugikan Partai Demokrat seperti pada Pemilu 2000 dan 2016.
Dari hitung-hitungannya, Silver menyebutkan bahwa Harris memiliki peluang 54 persen menang di Michigan, 50 peraen di Wisconsin dan 47 persen di Pennsylvania, yang merupakan negara bagian penting untuk meraih 270 suara elektoral yang diperlukan.
Baca juga : Djoker Incar Olimpiade AS
Dia menambahkan, saat ini peluang Harris menang telah meningkat menjadi 44,6 persen.
“Meski tidak sepenuhnya seimbang, situasinya cukup dekat untuk disebut ‘flip’. Demokrat dan Republik memiliki peluang yang hampir sama,” terang Silver.
Namun, Silver mengingatkan bahwa Demokrat tidak boleh terlalu optimistis. Demokrat beruntung karena mereka mendapatkan kesempatan kedua maju dengan Harris, bukan dengan Biden.
Silver terkenal karena berhasil memprediksi hasil 49 dari 50 negara bagian dalam Pilpres 2008 dan juga memprediksi kemenangan Presiden Barack Obama pada 2012.
Baca juga : Sulit Bangun Koalisi di Sejumlah Daerah, Tanduk Banteng Sedang Tumpul
Dengan waktu pemilihan masih 96 hari lagi, Silver mengatakan, meski jajak pendapat saat ini lebih stabil, hasilnya masih mungkin berubah beberapa kali sebelum 5 November.
Cari Wapres
Harris baru-baru ini melakukan wawancara dengan tiga kandidat potensial untuk posisi calon wakil presiden (wapres) 2024. Tiga kandidat tersebut, yakni Gubernur Minnesota Tim Walz, Menteri Pendidikan dari Massachusetts Jeffrey C. Kelley dan Jaksa Agung Pennsylvania Michelle Shapiro.
Pertemuan dilakukan di kediaman Harris di Naval Observatory, Washington DC, Minggu (4/7/2024).
Dilansir Reuters, proses ini dianggap sangat penting, karena calon wapres akan memainkan peran kunci dalam kampanye dan pemerintahan jika Harris terpilih. Rencananya, Harris mengumumkan pilihannya pada Selasa (6/7/2024) malam. LDU/DAY
Baca juga : Di Banten, Golkar Cari Strategi Yang Pas
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Selasa, 6 Agustus 2024 dengan judul "Hasil Jajak Pendapat Terbaru, Harris Imbangi Trump Pilpres AS Kian Sengit"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.