Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Perang antara Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) vs Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) makin tak terbendung. Tiap hari, keduanya atau anak-anak buahnya, saling serang di depan publik.
Terbaru, Gus Yahya menganalogikan PKB yang dipimpin Imin seperti mobil rusak. Meskipun laku keras, Gus Yahya bilang, mobil itu, harus ditarik kembali untuk diperbaiki.
“Mobil, sudah dilempar ke pasar, sudah laku, ternyata ada kesalahan sistem di mobil itu. Maka ditarik kembali produknya untuk diperbaiki sistemnya,” sindir Gus Yahya, usai pelantikan PWNU Jawa Tengah, di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Kota Semarang, Sabtu (3/8/2024).
Baca juga : Indonesia Berjuang Lebih Keras Di Konferensi COP29
Sebelumnya saat memberikan sambutan, Gus Yahya sempat mengungkapkan pesan dari Mustasyar PBNU Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus. “Wasiat beliau kepada kami, NU harus berada di atas negara,” kata Gus Yahya.
Artinya, NU harus mampu terus berkontribusi menyangga keutuhan NKRI. “Di bawah negara saja tidak boleh, apalagi di bawah partai,” pesan mantan juru bicara Presiden Gus Dur ini.
Imin tidak terima dengan analogi PKB seperti mobil rusak yang dilontarkan Gus Yahya. Imin gantian menyebut Gus Yahya dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, tokoh yang nggak laku. Sebab, upaya Gus Yahya dan Gus Ipul menggembosi PKB di Pemilu 2024 nggak berhasil.
Baca juga : Gerindra Siap Jaga Kemenangan Pemilu
“Digembosi Yahya dan Saipul di Pemilu malah membuat perolehan PKB meningkat tajam,” sindir Imin, melalui akun X miliknya @cakimiNOW.
Menurut Imin, yang rusak itu Gus Yahya dan Gus Ipul, bukan PKB. Kedua orang tersebut, sebut Imin, telah melanggar khittah NU, dan semakin menurunkan tingkat kepercayaan terhadap PBNU.
“Mempolitisir NU nggak laku kok lanjut mempolitisir PKB. Emang siapa lu? Anda sopan kami segan, kalau nggak sopan jangan ajak-ajak kite,” kata Wakil Ketua DPR ini.
Baca juga : NasDem Cuma Punya 4 Kursi Di Kota Bogor
Tak hanya Imin, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid juga lakukan serangan balasan. Dia balik menyerang Gus Yahya karena tak berkompeten menakhodai PBNU.
“Kepala pabrik sandal kok ngurusi pabrik mobil. Ya amburadul,” cetus Gus Jazil.
Menurutnya, tak ada prestasi PBNU di bawah kepemimpinan Gus Yahya. Justru PBNU telah melenceng khittah, dan tak lagi memiliki adab keulamaan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya