BREAKING NEWS
 

Menjelajahi Keindahan Negeri Singa Atlas (10)

Al-Qarawiyyin, Dari Masjid Jadi Kampus Tertua Dunia

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Rabu, 7 Agustus 2024 07:07 WIB
Gerbang Universitas Al-Qarawiyyin, Fes, Maroko, [Foto: Muhammad Rusmadi / Rakyat Merdeka & RM.id]

 Sebelumnya 
Sebagai kampus tertua di dunia, tak heran, di perpustakaan kampus ini juga disimpan banyak manuskrip penting dan tua pula. Di antara naskah paling berharga saat ini yang disimpan adalah jilid dari karya Imam Malik, Al-Muwatta yang ditulis pada kulit kijang. Imam Malik adalah salah satu guru Imam Syafi’i, pendiri madzhab Fiqih yang banyak diikuti dunia Islam. Salah satunya di Indonesia.

Juga ada Sirah Ibn Ishaq, yakni Sirah Rasulullah, biografi Rasulullah pertama yang paling komprehensif karya Muhammad bin Ishaq bin Yasar, termasuk sejarawan muslim pertama. Lahir pada tahun 85 H / 704 M dan meninggal pada tahun 151H / 768 M.

Adsense

Ibn Ishaq dinilai orang pertama yang mengumpulkan sejumlah ekspedisi dari Nabi Muhammad SAW dan mencatatnya.

Baca juga : Kota Merah Marrakesh, Jamaa al-Fna & UNESCO

Lalu ada salinan Al-Qur'an yang diberikan oleh penguasa Dinasti Sa’adi, Sultan Ahmad al-Mansur pada 1602. Al-Mansur juga disebut El-Mansour Eddahbi (baca; adz-dzahabi = emas (1549- 1603), Sultan Maroko yang berkuasa dari 1578 hingga kematiannya pada 1603.

Koleksi lainnya salinan asli dari buku karya cendekiawan besar abad ke-14, Ibnu Khaldun, yaitu Al-'Ibar. Salah satu karyanya paling terkenal adalah "Muqaddimah" atau "Prolegomena" dalam bahasa Inggris. Karya ini sebenarnya pengantar yang diletakkan di awal bukunya yang monumental, kitab "Al-'Ibar" (Buku Sejarah).

Naskah klasik sebelum dan setelah diperbaiki. [Foto: Muhammad Rusmadi / Rakyat Merdeka & RM.id]

Ini sedikit gambaran bagaimana berharga koleksi perpustakaan Universitas Al-Qarawiyyin. Bahkan, saking pentingnya peran Al-Qarawiyyin, masjid ini di abad pertengahan juga punya peran utama dalam pertukaran budaya dan transfer pengetahuan antara umat Islam dan Eropa. Pelopor akademisi seperti Ibnu Maimun (Maimonides), (1135–1204), Al-Idrissi (w. 1166 M), Ibnu al-Arabi (1165-1240 M), Ibnu Khaldun (1332-1395 M), Ibnu al-Khatib, Al-Bitruji (Alpetragius), Ibnu Hirzihim, dan Al-Wazzan, semua terhubung dengan kampus ini, baik sebagai mahasiswa atau dosen.

Baca juga : Kota Kembar Jakarta Bernama Casablanca

Bahkan juga tercatat cendekiawan Kristen yang mengunjungi Al-Qarawiyyin, seperti tokoh Belgia, Nicolas Cleynaerts (1495-1542), seorang ahli tata bahasa dan Jacob Golius (lahir dengan nama Jacob van Gool (1596-1667), orientalis dan matematikawan Universitas Leiden, Belanda.

Universitas ini telah menghasilkan banyak sarjana yang sudah sangat mempengaruhi sejarah intelektual dan akademik dunia Muslim dan Yahudi. Di antaranya adalah Ibnu Rushayd al-Sabti (w. 1321), Mohammed bin al-Hajj al-Abdari al-Fasi (w. 1336), Abu Imran al-Fasi (w. 1015), teoritikus terkemuka dari mazhab Maliki hukum Islam.

Juga, Johannes Leo Africanus (lahir dengan nama al-Hasan Muhammad al-Wazzan al-Fasi; lahir 1494 - meninggal 1554, diplomat dan penulis Andalusia yang terkenal karena bukunya tahun 1526 Cosmographia et geographia de Affrica, yang kemudian diterbitkan oleh Giovanni Battista Ramusio sebagai Descrittione dell'Africa (Deskripsi Afrika) pada 1550, yang berpusat pada geografi Lembah Maghribi dan Sungai Nil.

Baca juga : Masjid Hassan II Casablanca Di Tepi Atlantik

Buku ini dianggap di antara rekan-rekan ilmiahnya di Eropa sebagai risalah paling otoritatif tentang masalah ini hingga eksplorasi modern Afrika. Untuk karya ini, Leo terkenal di kalangan ahli geografi Eropa. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense